Share

Podcast Aksi Nyata: Modal Kreativitas, Sampah Bisa Diubah Jadi Cuan Loh!

Wiwie Heriyani, MNC Portal · Senin 26 September 2022 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 612 2675431 podcast-aksi-nyata-modal-kreativitas-sampah-bisa-diubah-jadi-cuan-loh-MB6Gb7qzp4.JPG Octalia Stefani, (Foto: tangkapan layar Youtube Partai Perindo)

SAMPAH plastik jadi salah satu masalah besar yang menghantui kehidupan manusia. Jumlah sampah botol plastik terus bertambah setiap hari. Selain kesadaran masyarakat yang masih kurang, penanganan sampah plastik di Indonesia sendiri juga belum optimal.

Makanya, diperlukan pusat pengelolaan limbah plastik yang terintegrasi dan professional agar dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan. Sehingga tumpukan sampah botol plastik tersebut, bisa didaur ulang agar bermanfaat bagi lingkungan bahkan menjadi cuan alias uang di kemudian hari.

Hal itulah yang mendasari CEO sekaligus Founder Rezycology Indonesia, Dewa Ayu Nyoman Octalia Stefani, untuk membuka peluang bisnis dengan mendaur ulang sampah botol plastik menjadi bahan baku baru yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Melalui Rezycology Indonesia yang didirikan pada tahun 2016, Octalia mendirikan perusahaan business to business yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate) dan PP (Polypropylene).

Octalia ingin membawa inovasi dengan mengubah metode pengumpulan sampah plastik PET dengan teknologi dan sistem yang terintegrasi dan juga bisa menginspirasi.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

“Sesimpel aku ngeliat satu masalah and then aku coba solved gitu. Jadi aku nggak sampe kepikiran ke ujung ada orang yang ngeliat aku, beneran nggak kepikiran sampe situ, cuma for now aku harap bisa menginspirasi sih,” ujar Octalia, saat menjadi narasumber di Podcast Aksi Nyata “Mengolah Sampah Plastik Daur Ulang Hingga Menghasilkan Cuan” #DariKamuUntukIndonesia, Senin, (26/9/2022).

“Seperti kita ketahui bersama, kita adalah negara kedua dengan polusi terbesar di dunia, setelah Cina. Jadi aku melihat satu masalah itu, dan aku melihat oh tapi ternyata secara rantai bisnis tuh ternyata sudah ada,” lanjutnya.

Octalia melanjutkan, terobosannya tersebut didasarkan untuk mengatasi harga yang tidak wajar, supply dan demand yang tidak stabil, serta memudahkan para pengepul menjual sampah plastiknya langsung ke perusahaan daur ulang.

“Jadi, dari pemulung sudah ada, dari bank sampah juga sudah ada. Cuma disini masalahnya tidak ter-manage dengan baik saja. Jadi kita hanya ada di aturan buang sampah pada tempatnya, tapi kita nggak punya pilahlah sampah pada tempatnya. Kita tidak dibiasakan dengan itu. Jadi melihat adanya fenomena seperti itu, saya melihat pendaur ulang ini banyak yang bangkrut,” papar Octalia panjang lebar.

Octalia juga menyebut, bahwa saat ini isu tentang lingkungan telah menjadi perhatian utama dan penting dari tahun ke tahun di Indonesia. Salah satunya masalah penanganan sampah plastik yang kurang optimal dan para pelaku pendaur sampak yang kurang koneksi dan pengatahuan.

“Jadi sebenarnya banyak pelaku-pelaku pendaur yang sudah punya banyak koneksinya tetapi nggak jalan. Jadi aku liat di situ oh ternyata mereka butuh knowledge, mereka butuh support. Di situlah aku agak muncul,” tandasnya singkat.

 BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Bersepeda dengan Komunitas Bikin Tak Gampang Capek

BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Manfaat Bergabung Komunitas Sepeda, Bantu Mempererat Silaturahmi Loh!B

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini