Share

Kontrasepsi Darurat? Aduh Kenapa? Oleh Dr. Sandy Prasetyo, Sp.OG

Agustina Wulandari , Okezone · Selasa 27 September 2022 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 12 2676204 kontrasepsi-darurat-aduh-kenapa-oleh-dr-sandy-prasetyo-sp-og-0WXzOJvxS6.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Tidak semua selalu berjalan sesuai rencana.

Pernah ngga mengalami suatu kondisi dimana ternyata semua yang sudah direncanakan kok harus mendadak berubah, apa yang diniatkan ternyata ‘ambyar’ dan secepat kilat harus pinter-pinter mensiasati agar semua kembali sesuai rencana awal.

Mungkin pernah nonton jaman dulu ada film judulnya MacGyver, dimana pemeran utamanya seorang agen rahasia yang selalu cerdik dan punya cara dalam mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam setiap misinya dan selalu lolos dari berbagai jerat maut berbekal akal dan kecerdikannya.

Saya pun pernah mengalaminya, saat sedang bertugas di Rumah Sakit daerah terpencil, lampu sorot operasi yang dipakai mendadak mati ditengah-tengah tindakan operasi, kaget tentu saja, tapi tidak mungkin kalau operasi yang sedang berjalan harus berhenti, membahayakan nyawa pasien. Alhasil saya putuskan salah satu asisten mengarahkan lampu flash handphone nya untuk membantu saya menyelesaikan operasi. Syukur operasi berjalan lancar, dipermudah Tuhan dan pasien pulih dengan sempurna.

Atau mungkin Anda juga punya cerita yang sama, pernah mengalami kejadian ketika sedang dalam perjalanan yang terburu-buru (kalau saya ketika harus segera ke Rumah Sakit karena ada pasien bersalin yang pembukaannya sudah lengkap) tapi semua berubah menjadi sangat dramatis karena terjebak macet, konsentrasi terfokus pada jarum penunjuk jam yang terus menghantui. Dalam sekejap diputuskan untuk cari parkiran terdekat, order ojek secepatnya, selip menyelip diantara kemacetan hingga akhirnya sampai di tempat tujuan sesuai rencana.

Pasti banyak yang mengalami kondisi emergency serupa, namun dengan keputusan yang cepat, tepat dan bijak akhirnya bisa mengatasi masalah yang ada hingga akhirnya rencana kembali sesuai tujuan awal.

Kontrasepsi Darurat, cara bijak dalam kondisi darurat.

Kehamilan adalah suatu kondisi yang dapat direncanakan, karena perlu banyak yang dipersiapkan secara fisik, mental, sosial dan finansial. Oleh sebab itu ada metode untuk “mengatur” itu yang dinamakan kontrasepsi.

Kontrasepsi adalah suatu metode yang dapat dipilih untuk mencegah terjadinya suatu kehamilan, untuk menjarakkan waktu antar kehamilan, sehingga pasangan lebih siap dalam menjalani suatu proses kehamilan dan dapat menyusun perencanaan yang baik pasca persalinan.

Namun, adakalanya suatu hal terjadi diluar dugaan, istilah awamnya “kelepasan”, tanpa direncanakan cairan sperma masuk ke dalam vagina. Misal pada kondisi kondom bocor/robek, atau karena terbawa suasana maka terjadilah ejakulasi di dalam vagina, dapat juga terjadi pada hubungan seksual yang dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan.

Kondisi darurat juga dapat terjadi pada hubungan seksual yang tidak terproteksi, misal lupa mengkonsumsi pil KB, kesalahan perhitungan metode kalender karena jadwal menstruasi yang tidak teratur, terlambat jadwal suntik KB, hubungan jarak jauh (LDR/LDM) yang belum terpikirkan untuk menggunakan kontrasepsi dan berbagai kondisi lain yang sangat memungkinkan terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan, salah satunya pada kasus pelecehan/kekerasan seksual.

Disinilah pil kontrasepsi darurat menjadi pilihan yang bijak untuk mencegah terjadinya kehamilan diluar rencana pada kondisi darurat (sex emergency). Salah satu pil kontrasepsi darurat yang dapat dipilih adalah postpill.

Bagaimana cara kerja kontrasepsi darurat?

 

Klik image!

Pil kontrasepsi darurat bekerja mencegah pertemuan antara sperma dengan sel telur (pembuahan) dengan beberapa cara:

1. Mengentalkan lendir pada serviks (pintu/mulut rahim) sehingga sperma akan sulit untuk bergerak masuk ke dalam rahim.

2. Mencegah proses pelepasan sel telur yang matang ketika masa subur (ovulasi).

Pil Kontrasepsi darurat tidak bekerja untuk menggugurkan kehamilan yang sudah terjadi, namun mencegah terjadinya kehamilan. Sehingga efektivitas pemakaiannya hanya dalam jangka waktu pendek setelah terjadinya hubungan seksual.

Pil kontrasepsi darurat ini terdiri dari 2 tablet yang dapat diminum sekaligus secara bersamaan maksimal dalam 72 jam (3 hari) pasca berhubungan seksual. Semakin cepat diminum maka efektivitasnya akan semakin tinggi.

Pil Kontrasepsi darurat ini hanya bermanfaat bekerja pada satu episode hubungan seksual saja. Sehingga jika pasca konsumsi pil kontrasepsi darurat ini dan kemudian terjadi episode hubungan seksual lain tanpa proteksi maka tetap dapat saja terjadi kehamilan.

Yang perlu diperhatikan pasca penggunaan?

Efek samping yang dapat terjadi pasca penggunaan pil kontrasepsi darurat adalah rasa mual atau muntah, sakit kepala, nyeri kram pada perut dan payudara. Jika muntah terjadi dalam 2 jam pasca konsumsi, maka konsumsi pil kontrasepsi darurat harus diulangi.

Setiap metode kontrasepsi ada risiko kegagalan, begitu pula dengan pil kontrasepsi darurat. Jika terjadi terlambat siklus pada haid berikutnya maka untuk memastikan tidak terjadi kehamilan harus dilakukan pemeriksaan tes kehamilan dan konsultasi ke dokter.

Kelebihan pil kontrasepsi darurat lainnya yaitu aman bagi ibu menyusui yang sedang menjarak antar kehamilan.

Bisa digunakan berulang kali?

Pil kontrasepsi darurat bukanlah suatu metode kontrasepsi yang bijak dipilih untuk pemakaian rutin secara jangka panjang, sesuai dengan penamaannya “darurat”, lebih tepat hanya untuk pemakaian dalam satu episode singkat (maksimal 2-3 kali dalam satu bulan) untuk mencegah gangguan hormonal yang dapat ditimbulkan, walaupun memang tidak ada efek sam ing jangka panjang dari penggunaan metode ini.

Jika diperlukan proteksi perlindungan jangka panjang maka dapat dipilih metode kontrasepsi lain seperti pil, suntik, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) atau implan agar tetap aman dan nyaman.

Konsultasikan dengan dokter untuk pemilihan metode kontrasepsi yang sesusai dengan kebutuhan Anda dan pasangan. Salam sehat.

Dr. Sandy Prasetyo, Sp.OG

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(FDA)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini