Share

Bukan Cuma Es Teh Manis, Minuman Ini Juga Sebaiknya Dihindari

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Rabu 28 September 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 298 2676592 bukan-cuma-es-teh-manis-minuman-ini-juga-sebaiknya-dihindari-VwlpYXlyxT.jpg Ilustrasi Es Teh Manis. (Foto: Shutterstock)

BELAKANGAN ini es teh kekinian milik Nagita Slavina memang tengah diperbincangkan, lantaran sempat diprotes karena dianggap terlalu manis. Terlepas dari masalah tersebut, teh merupakan salah satu minuman paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Es teh manis pun menjadi salah satu minuman andalan masyarakat Indonesia, baik mereka yang jajan di warung bahkan mereka yang makan di restoran. Sebenarnya, es teh sendiri merupakan minuman yang menyehatkan jika tidak ditambahkan gula.

Dokter pun mengimbau untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi minuman manis dengan kandungan gula terlalu banyak untuk menghindari risiko berbagai penyakit, salah satunya diabetes melitus.

Es Teh

"Sebenarnya es teh tawar tanpa gula boleh dikonsumsi, minuman jenis apa saja kalau dengan gula banyak, diimbau jangan," kata dokter Debora Sarah Annetta seperti dilansir dari Antara.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia itu memaparkan dampak yang bisa terjadi bila seseorang mengonsumsi terlalu banyak gula. Pertama, muncul rasa sering haus dan sering buang air kecil. Kemudian, orang yang terlalu banyak mengonsumsi gula bisa merasa lelah dan pandangannya terasa kabur.

Jika tidak dikendalikan, konsumsi gula berlebihan dapat berujung menjadi penyakit diabetes melitus yang tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikontrol.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Penderita penyakit diabetes melitus harus rutin mengontrol gula darah dan minum obat agar penyakit bisa dikendalikan. "Ke dokter agar bisa diatur konsumsi obat-obatannya, baik dosis dan jenis obatnya, jika perlu akan disarankan pakai insulin," jelas Debora.

Di Indonesia, ketentuan batasan asupan gula harian yang dianjurkan telah tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 di mana konsumsi gula pada orang dewasa maksimal 50 gram atau empat sendok makan per hari untuk menghindari risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.

Konsumsi gula berlebih atau kurang berdampak terhadap sistem metabolisme tubuh. Gula yang berlebihan dapat membuat berat badan mudah naik dan sulit turun, sulit berhenti makan, infeksi gigi dan gusi serta meningkatkan risiko kanker.

Makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula di luar batas aman harian dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, meningkatkan kadar gula darah yang berisiko obesitas dan diabeter melitus, serta menimbulkan risiko komplikasi jangka panjang seperti kerusakan saraf, katarak, ginjal dan infeksi kulit.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini