Share

Usung Kombinasi Keindahan Dunia Dongeng dan Fesyen, Iwan Tirta Gandeng Adinia Wirasti

Wiwie Heriyani, MNC Portal · Kamis 29 September 2022 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 194 2677630 usung-kombinasi-keindahan-dunia-dongeng-dan-fesyen-iwan-tirta-gandeng-adinia-wirasti-gGQbYnvwYT.JPG Adinia Wirasti, (Foto: MPI/ Wiwie)

BAGAIMANA jadinya dunia dongeng dan fesyen bertemu? Inilah yang coba ditampilkan oleh Iwan Tirta Private Collection (ITPC) untuk koleksi terbaru.

Ya, untuk koleksi Sakanti Samasta yang masuk dalam Runway Collection 2023 Iwan Tirta menggandeng aktris papan atas, Adinia Wirasti untuk menggabungkan koleksi fashion dengan cerita dongeng yang mengangkat budaya Indonesia.

Rangkaian Runway Collection 2023 tersebut akan dihadirkan dengan kisah fiksi selayaknya dongeng. Penggabungan fashion dengan dongeng ini diharapkan agar Batik tak hanya diapresiasi secara visual namun juga cerita dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Koleksi perpaduan dongeng dan Batik bertajuk ‘Sakanti Samasta’ ini, menghadirkan tiga sequence koleksi yang diibaratkan sebagai tiga sosok pangeran dari tiga negeri sebrang yang mengikuti sayembara pencarian jodoh.

Adinia Wirasti di sini bertindak sebagai sang penulis dongeng, mengungkapkan bahwa dongeng yang ditulisnya untuk rangkaian koleksi Batik Irwan Tirta itu juga sangat dekat dengan kehidupan di sekitarnya.

“Ini tuh sesuatu yang aku pikirin terus gitu. Kayak gimana sih budaya di Indonesia itu. Kita nggak muluk-muluk ngomongin budaya Indonesia. Misalnya anak Jakarta saja, kultur budaya Jakarta tuh kayak apa sih,” ujar Adinia, saat ditemui di Iwan Tirta Home, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (29/9/2022).

“Ketika aku berpikir untuk nulis tuh, aku berpikir kalau mau menulis sesuatu, menulislah tentang sekitarmu dulu,” imbuhnya.

 

(Foto: MPI/ Wiwie)

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Koleksi Batik ‘Sakanti Samasta’ dipilah dalam tiga seguence atau tiga tema utama, yaitu Qian, Saga dan Kai.

Pada sequence Qian, koleksinya bertema peranakan atau akulturasi budaya Cina dengan konsep warna Yin-yang juga diwarnai palet warna yang menjadi simbol kemakmuran pada budaya Cina. Dalam sequence ini, motif-motif seperti Liong, Barong, Lokcan, Merak, dan Phoenix ditonjolkan sebagai ikon motif utama.

Sementara dalam sequence Saga menampilkan motif-motif batik dengan akulturasi budaya Eropa, khususnya Belanda yang terepresentasi melalui koleksi bernuansa biru, jingga, dan putih.

Pewarnaan dengan teknik Lasem memberikan kesan akhir yang lebih carthy. Motif batik yang ditampilkan pada sequence ini terinspirasi dari dongeng klasik yang dilengkapi dengan stilasi hewan seperti, rusa, merak, dan burung. Ikon motif Eropa yaitu Buketan (hand bouguet) juga dihadirkan dengan motif utamanya, Tulip.

Terakhir, ada sequence Kai yang mencerminkan akulturasi budaya Jepang tampil dalam variasi koleksi yang sarat akan warna cerah yang mengedepankan penggunaan teknik Coletan. Teknik pewarnaan coletan ini memungkinkan untuk dapat menampilkan komposisi warna cerah dan beragam.

Pada beberapa look Batik, terlihat ditampilkan juga pewarnaan gradasi serta teknik patchwork dalam mengaplikasikan elemen batik pada beberapa looks sequence tersebut.

 BACA JUGA:Bawa Keindahan Bunaken, Batik Pukau New York Fashion Week

BACA JUGA:Cantiknya Farah Quinn Pakai Dress Batik di Runway New York Fashion Week

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini