Share

Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari, Perlukah Pakai Sunscreen di Malah Hari?

Wiwie Heriyani, MNC Portal · Kamis 29 September 2022 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 611 2677054 lindungi-kulit-dari-paparan-sinar-matahari-perlukah-pakai-sunscreen-di-malah-hari-aikRVH5IeC.jpg Pakai sunscreen di malam hari (Foto: Timesofindia)

TINGGAL di negara beriklim tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang musim membuat kita lebih ‘aware’ dengan proteksi terhadap kesehatan kulit.

Apalagi, di tengah pemanasan global yang makin membuat panas matahari begitu berbahaya bagi kesehatan kulit. Selain mempercepat penuaan dan merusak kesehatan kulit, paparan sinar matahari bahkan dapat memicu kanker kulit.

Karena itu, kesadaran terkait memproteksi kulit dari paparan sinar matahari kini kian masif. Salah satunya melalui penggunaan produk sunscreen.

Tak hanya merupakan salah satu produk perawatan kulit yang wajib dimiliki dan dipakai setiap hari saat akan beraktivitas di luar rumah saja, sunscreen juga ternyata perlu digunakan meskipun hanya di dalam ruangan.

dokter danar

“Kulit kita selain wajah, itu juga butuh proteksi. Sekarang kan kalau misalkan kita lihat ya. Biasanya muka sama tangan banyak yang suka beda gitu ya, karena orang-orang cenderung perawatan di wajah aja. Padahal secara idealnya seluruh kulit harus diberikan proteksi juga,” ujar Dermatologist, Danar Wicaksono, saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, (28/9/2022).

Dokter Danar mengatakan, ada beberapa jenis sunscreen yang mengandung SPF. Dua diantara yang cukup populer yakni jenis sunscreen physical dan chemical.

BACA JUGA : 6 Cara Pakai Sunscreen yang Benar, Wajib Kocok Sebelum Dipakai

Secara garis besar, fungsi keduanya sama, yaitu memberikan perlindungan terhadap paparan sinar matahari berlebih. Meski demikian, setiap jenis sunscreen ini memiliki kandungan dan cara kerja yang berbeda-beda.

“Nah, kalau fisikal sunscreen gampangnya dia itu membuat tameng tambahan, jadi sinarnya itu dipantul, sinar UV nya itu dipantulkan. Kalau chemical sunscreen dia akan mengorbankan diri dan terbakar duluan. Jadi yang dibakar itu sunscreennya, bukan kulit kita,” paparnya.

“Kita sebagai dermatologist juga menyarankan untuk melakukan tindakan fisikal, seperti memakai baju panjang, pakai topi, kecuali di area-area yang terbuka itu kita bisa pakaikan SPF, karena kalau seluruh badan kita kasih SPF semua ya akan heavy di kulit ya,” imbuhnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Waktu penggunaan sunscreen

Dokter Danar menyarankan, sunscreen sebaiknya tidak hanya digunakan saat akan beraktivitas di siang hari saja. Anda juga bisa mengenakan sunscreen atau SPF saat malam hari.

Pasalnya, penuaan dini pada kulit tak hanya terjadi karena sinar matahari dan paparan polusi yang langsung terkena kulit tanpa perlindungan. Faktanya, paparan sinar dalam ruangan seperti lampu ruangan, layar komputer dan telepon selular juga turut mempercepat proses penuaan pada kulit.

“Nah, sebenarnya jika dipakai di malam hari secara umum tidak akan masalah sih. Nah yang perlu diketahui lagi, sebenarnya selain sinar UV, ada yang namanya visible light. Visible light itu apa sih? Ya lampu-lampu yang ada di ruangan ini kita sebutnya visible light,” ungkapnya.

“Sebenarnya, visible light ini juga bisa menyebabkan flek hitam. Even di dalam ruangan ada penelitian terbaru belum lama ini yang menyebutkan bahwa visible light ini menyebabkan flek-flek hitam,” lanjutnya.*

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini