Share

9 Tips Buat Pernikahan Awet, Bebas dari Perceraian

Adinda Fahrani, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 612 2680394 9-tips-buat-pernikahan-awet-bebas-dari-perceraian-8Ql1d3lt8p.jpg Ilustrasi Pernikahan Awet. (Foto: Shutterstock)

BELAKANGAN ini memang kita disuguhkan dengan keretakan rumah tangga para artis. Terakhir, adalah retaknya hubungan rumah tangga Rizky Billar dan Lesti Kejora, karena kasus KDRT. Memang, belum ada kabar lagi apakah mereka akan bercerai atau tidak.

Pernikahan adalah sesuatu hal sakral bagi para pasangan, dan merupakan sebuah bentuk ibadah. Namun pertengkaran dalam rumah tangga memang selalu ada dan pasti terjadi.

Cepat atau lambat sebagian dari mereka kerap lupa bahwa sebuah pernikahan membutuhkan usaha dan kerja keras, agar berhasil melewati segala rintangan yang menghadang. Tidak jarang, banyak pasangan memilih menyerah dan mengakhiri hubungan mereka.

Nah, berikut adalah sembilan kiat agar pernikahan kamu terbebas dari pertengkaran yang berakhir dengan perceraian seperti dilansir dari Times of India, berikut uraiannya.

Katakan ‘aku’ bukan ‘kamu’

Ekspresikanlah perasaan kamu sendiri daripada berfokus menyalahkan pasangan kamu atau hal-hal yang mereka lakukan. Janganlah menyalah pasanganmu dan menunjukkan kekurangannya. Bahkan ketika kamu sedang bertengkar sekalipun, jangan mengumpat, dan mengejek pasanganmu.

Perceraian

Berhenti sejenak

Apabila kamu sedang mengalami pertengkaran dalam rumah tangga berhati-hatilah dalam berucap. Sebaiknya, sebelum kamu mengatakan sesuatu yang akan menyakitkan hati, berhentilah sejenak dan pikirkan apa yang harus diucap dan yang tidak boleh kamu katakan.

Hindari perkataan kasar dan termasuk verbal abuse agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau parahnya melakukan tindak kekerasan fisik.

Serangan pribadi

Hindari terlibat dalam serangan pribadi atau berbicara buruk tentang kepribadian pasanganmu. Sebarkanlah aura positif yang akan membantu kamu melewati masalah tanpa harus memojokkannya..

Atasi masalah aktual

Alih-alih mengalihkan sana-sini, fokuslah untuk mengatasi masalah sebenarnya antara kamu dan pasangan. Janganlah berusaha untuk mengalihkan permasalahan dengan suatu kebohongan, dan jangan sampai kamu berbuat kebohongan yang berkelanjutan.

Mendengarkan

Dengarkan pasanganmu jika mereka mencoba memberitahu sesuatu, kamu harus mau mendengarkannya. Sesimpel pasanganmu bercerita tentang aktivitas yang dilakukannya selama seharian penuh, pasanganmu bercerita dan kamu mendengarkan maka akan terjalin komunikasi yang baik. Kunci utama dalam sebuah pasangan adalah adanya komunikasi.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Ubah nada bicara

Nada bicara dapat mengungkapkan banyak hal tentang apa yang kamu rasakan, seperti marah, sedih, frustasi, jengkel dll. Mengubah nada kamu dapat membuat perbedaan. Bila dalam suatu diskusi kamu membahas permasalahan dengan pasanganmu, upayakan dengan nada bicara rendah, seemosi apapun kamu bila nada bicaramu tinggi maka akan membawa suasana menjadi tidak nyaman.

Jangan menghindari tanggung jawabmu

Tidak melakukan bagian pekerjaan dapat menyebabkan banyak argumen. Cobalah yang terbaik untuk mematuhi tanggung jawab kamu. Sebagai suami istri keduanya mempunyai tanggungan masing-masing, kerjakanlah sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui bersama. Contoh kecilnya seorang istri bertugas memasak dan suami membantu menyapu lantai.

Jangan mengancam pasanganmu

Jangan pernah mengancam pasangan bahwa kamu akan meninggalkannya, jika kebutuhan dan keinginan kamu tidak terpenuhi dalam pernikahan. Saat dua orang berkomitmen penuh untuk mencintai dan menghargai satu sama lain, baik dalam suka maupun duka, maka mereka tidak akan mudah menyerah apalagi meninggalkan orang yang dicintai.

Tempatkan dirimu pada posisi mereka

Kamu mungkin tidak pernah tau apa yang dialami oleh pasangan. Belajarlah untuk menempatkan diri dan memahami apa yang sedang mereka rasakan. Dengan memahami pasangan, setidaknya kamu lebih mengerti sudut pandangnya, sehingga tidak perlu sampai berakhir dengan percekcokan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini