Share

7 Syarat Utama Jadi Pendonor ASI versi IDAI

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 612 2680442 7-syarat-utama-jadi-pendonor-asi-versi-idai-IG4DdR5dvg.jpg Ilustrasi Donor ASI. (Foto: Shutterstock)

KEBUTUHAN Air Susu Ibu (ASI) memang sangat penting bagi bayi kita. Apalagi, bayi disarankan untuk mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan agar 1.000 hari masa kehidupannya dapat maksimal.

Sayangnya, tidak semua ibu bisa memproduksi ASI yang cukup untuk anak mereka. Tapi sebaliknya, ada juga mereka yang memproduksi ASI lebih sehingga terkadang ASI tersebut malah menjadi basi.

Kondisi inilah yang pada akhirnya menjadi pertimbangan maraknya aktivitas donor ASI. Anda tertarik juga mendonorkan kelebihan stok ASI pada bayi lain? Simak dulu syarat donor ASI berikut.

Karena ASI merupakan cairan tubuh seperti darah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum menjadi donor ASI. Disadur dari publikasi IDAI, berikut adalah syarat menjadi pendonor ASI seperti dilansir dari KlikDokter.

ASI

- Seorang ibu dari bayi berusia kurang dari 6 bulan

- Sehat dan tidak ada kontraindikasi menyusui

- Produksi ASI untuk anak kandung sudah tercukupi dan memutuskan berdonasi ASI atas dasar produksi ASI berlebih

- Tidak memiliki riwayat transfusi darah atau transplantasi dalam 12 bulan terakhir sebelum melakukan pendonoran ASI

- Tidak mengonsumsi obat-obatan dan produk yang bisa mempengaruhi kondisi bayi

- Tidak memiliki riwayat penyakit menular seperti hepatitis atau HIV

- Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko terinfeksi penyakit seperti HIV, hepatitis, atau menggunakan obat ilegal, seorang perokok, atau minum minuman beralkohol

Masih bersumber dari publikasi IDAI, prosedur donor ASI terbagi menjadi beberapa tahapan. Beberapa tahapan tersebut secara garis besar adalah:

- Penapisan 1 untuk memastikan calon pendonor memenuhi ketujuh syarat yang telah disebutkan sebelumnya.

- Penapisan 2, yaitu serangkaian skrining meliputi berbagai tes untuk memastikan donor bebas dari penyakit yang menjadi kontraindikasi dan instruksi pengulangan tes untuk menjamin keamanan.

- Pencatatan mencakup identitas pendonor, lembar persetujuan, kuesioner dan hasil skrining penyakit, dan lain-lain.

- Pengolahan ASI untuk memastikan ASI bebas mikroorganisme sebelum disimpan atau diberikan ke resipien dengan metode pasteurisasi pretoria atau metode flash heating.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Mendonorkan ASI agar dapat memberi manfaat bagi resipien merupakan proses yang panjang dan tidak mudah. Banyak tahapan harus dilewati agar pendonoran bukannya malah merugikan kedua pihak, tapi aman dan bermanfaat.

Memenuhi syarat pendonor ASI susah-susah gampang. Untuk itu, ada beberapa tips yang sebaiknya Anda ketahui sebelum mendonorkan ASI:

- Mantapkan niat Anda

- Pastikan diri Anda mampu dan lingkungan terutama keluarga inti mendukung

- Persiapkan diri untuk berkomitmen energi, waktu, dan biaya

- Yakinlah bahwa yang Anda lakukan adalah sesuatu yang bermanfaat bagi diri dan orang lain

Bagaimana, Anda tertarik menjadi donor ASI? Kalau syarat pendonor ASI di atas sudah terpenuhi, segera hubungi rumah sakit terdekat yang memiliki unit bank ASI. Membagi ASI, membagi kebaikan bagi sesama.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini