Share

Podcast Aksi Nyata: Kenapa Hustle Culture Ngetren di Generasi Muda?

Syifa Fauziah, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 612 2680565 podcast-aksi-nyata-kenapa-hustle-culture-ngetren-di-generasi-muda-bIxdcapLRd.JPG Nuke Azwita di Podcast Aksi Nyata, (Foto: tangkapan layar Youtube Partai Perindo)

KERJA keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, normal dan sangat lumrah dilakukan banyak orang. Terutama generasi muda di usia produktif, banyak keinginan dan banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

Namun produktif pada sebagian orang, bisa dilakukan ‘next level’, dengan gila bekerja, menganut gaya hidup hustle culture yang pada akhirnya menimbulkan ketidakseimbangan antara istirahat, waktu bekerja, waktu untuk diri sendiri, dan kehidupan di luar soal pekerjaan.

Secara etimologis, istilah hustle culture berasal dari kata Bahasa Inggris, hustle, yang berarti aksi energik, mendorong seseorang agar bisa bergerak lebih cepat secara agresif, dipadukan dengan kata culture yang berarti budaya. Sementara, hustle culture menurut pakar psikologi adalah budaya yang membuat seseorang menganut workaholism atau gila kerja.

Tidak bisa ditampik, pola hidup super sibuk seperti ini, seperti diungkap Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPP Pemuda Partai Perindo, Nuke Azwita, S.Ikom, banyak dilakukan oleh generasi muda saat ini. Bekerja terlalu keras dan mendorong diri sendiri untuk melampaui batas kemampuan hingga akhirnya menjadi gaya hidup.

"Anak muda jaman sekarang susah menghindari hustle culture, karena ada anggapan harus sukses di bawah 30 tahun,” kata Nuke, dalam gelaran Podcast Aksi Nyata bertajuk 'Fenomena Hustle Culture di Kalangan Generasi Muda', Selasa (4/10/2022)

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Padahal menurutnya, kesuksesan seseorang tidak bisa disamaratakan di usia awal 30-an. Sebab semua orang punya timeline yang berbeda-beda.

“Padahal kesuksesan itu tidak dipatok umur. Ada yang orang sukses di usia 40 tahun, tapi mereka panjang umur. Ada yang sukses di usia 22 tahun tapi di umur 40 tahun sudah meninggal. Sukses bisa kapan saja asal ada kemauan," lanjutnya.

Nuke menambahkan, hal itu terjadi di tengah generasi milenial karena mereka memiliki role model atau panutan yang terlalu tinggi dan tidak mengukur pada kemampuan diri sendiri.

"Misalnya kerja baru satu tahun, tapi maunya seperti Elon Musk, kan susah. Mereka juga melihat temannya sudah lebih sukses duluan, padahal untuk sukses setiap orang timingnya berbeda," tuturnya.

Nuke mengingatkan, banyak dampak buruk yang akan dialami seseorang bila menerapkan gaya hidup hustle culture, contoh mudahnya mulai dari perasaan insecure hingga menyebabkan depresi.

"Mereka juga bisa insecure, enggak percaya diri, dan ujung-ujungnya tak melakukan apa-apa," pungkas Nuke.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini