Share

Berbagi Pengetahuan tentang Asfiksia pada Bayi Lewat Karya Tulis

Tim Okezone, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 22:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 612 2681471 berbagi-pengetahuan-tentang-asfiksia-pada-bayi-lewat-karya-tulis-iXkfmceGuM.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

RISIKO bayi lahir dengan asfiksia masih rentan terjadi. Anak muda di bidang kesehatan pun mencari solusinya yang praktis untuk ibu dan bayi.

Misalnya saja Najla Rasikha Putri Harza dari Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya menyelesaikan karya tulis kategori eksakta berjudul Oksimeter Janin Non-Invasif Untuk Mendeteksi Hipoksia Kandungan Menggunakan Kontrol Optode dan Algoritma Ekstraksi Sinyal Janin. Topik ini dipilih karena menurut WHO, 23 persen kematian bayi yang baru lahir disebabkan oleh Birth Asphyxia.

Bayi Baru Lahir

Najla menuturkan, asfiksia terjadi ketika otak bayi dan organ tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi sebelum, selama, atau tepat setelah lahir. Salah satu cara untuk mencegah asfiksia adalah dengan memonitor kondisi bayi secara berkala.

"Maka dikembangkan alat oksimeter janin yang non-invasif agar dapat digunakan secara aman dan portable di mana saja. Metode alat yang diajukan menggunakan Optode Control and Fetal Signal Extraction Algorithm."

 "Metode ini menangkap sinyal gabungan dari Ibu dan janin, lalu dengan algoritma ekstraksi akan memisahkan sinyal janin, dan menghasilkan informasi terkait tingkat dan status SpO2 janin," katanya saat memenangkan Writing Competition Beswan Djarum 2021/2022.

Ketua Dewan Juri Tingkat Nasional Prof Ronny Rachman mengungkapkan, pihaknya senang sekali bisa melihat langsung 16 finalis mempresentasikan karya tulisnya.

Hal yang paling menggembirakan adalah tahun ini topik yang diangkat cukup beragam dan relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat seperti memanfaatkan bahan alami untuk pengobatan dan kesehatan, juga topik lain.

"Isu kesehatan bayi akibat kekurangan oksigen adalah isu yang kerap terjadi di tengah masyarakat. Karya tulis mereka ini menjadi langkah awal generasi muda yang peduli terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat," ucapnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sementara itu, Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation Lounardus Saptopranolo mengatakan, sudah saatnya anak muda berpikir cerdas, kreatif, dan inovatif yang mampu menjawab tantangan serta permasalahan di sekitar masyarakat.

 "Hal ini merupakan upaya kami untuk mendorong mereka agar dapat berkontribusi di tengah masyarakat. Kami mengapresiasi pemikiran generasi muda terlebih dari karya tulis pemikiran mereka muncul ide-ide baru yang diharapkan menjadi langkah awal kontribusi mereka pada Indonesia," katanya.

Dia berharap, program ini dapat mendorong dan mempersiapkan pemimpin yang tidak hanya cerdas dan berkarakter kuat. Mereka juga bisa kritis dan kreatif dalam menciptakan solusi atas fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini