Share

Tren Skincare Masyarakat Indonesia: Seputar Perawatan Kulit Kusam

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 611 2682526 tren-skincare-masyarakat-indonesia-seputar-perawatan-kulit-kusam-7siK1nre8c.jpg Ilustrasi Perawatan Kulit. (Foto: Shutterstock)

TREN skincare saat ini memang lebih spesifik dan didesain untuk masalah-masalah kulit tertentu. Misalnya, skincare untuk anti-aging, jerawat, dan kulit kusam.

Vice President Research & Development Paragon dr. Sari Chairunnisa, Sp.KK menyebut, sejak masa pandemi kandungan skincare yang banyak dicari oleh masyarakat adalah niacinamide dan retinol. Menurutnya, niacinamide dan retinol merupakan kandungan skincare yang paling banyak dicari di google.

"Kalau dari segi concern atau masalah kulit, itu kalau di Indonesia masih untuk kulit yang terasa kusam, selain itu hydrating kelembaban dan acne,” kata Sari seperti dilansir dari Antara.

Kulit Kusam

“Trennya sekarang karena sudah terkait dengan global jadi sangat spesifik ya. Bukan cuma whitening saja atau ekstrak-ekstrak untuk whitening. Tapi sekarang juga lebih spesifik problem kayak anti-aging, acne, untuk mengatasi kulit kusam gitu,” tambah Sari.

Di sisi lain, Fajrin selaku Paragon Researcher juga menyampaikan bahwa masa pandemi juga berpengaruh terhadap munculnya tren-tren skincare. Misalnya saja seperti perlindungan dari blue light, skincare yang mengandung antiseptik dan lain sebagainya.

“Saat pandemi ada banyak keyword tren atau klaim yang bermunculan. Ada blue light, antiseptik dan aktif-aktif skincare. Kenapa bisa muncul? Karena kita terlalu sering ada di rumah saat pandemi. Jadi teman kita hanya laptop, hp. Jadi kita terpapar blue light,” ungkap Fajrin.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

“Karena WFH kita jadi punya waktu untuk memperhatikan diri. Jadi banyak beli skincare atau bodycare. Makanya muncul banyak brand baru yang mulai menyebut nyebut nama kandungan-kandungan seperti niacinamide, dan memunculkan inspirasi untuk whitening dan lain-lain,” sambungnya.

Di masa mendatang, Fajrin mengatakan bahwa skincare juga akan berhubungan dengan digitalisasi. Sebab, kini sudah banyak inovasi-inovasi baru seperti gadget yang dapat mengingatkan waktu untuk mengaplikasikan sunscreen pada kulit. Dia pun memprediksi, ke depannya akan banyak inovasi skincare yang berkaitan dengan digitalisasi.

"Ke depannya untuk skincare juga akan ada hubungannya dengan digitalisasi dan instrumen. Misal kita bisa ukur kapan kulit kita harus pakai sunscreen. Ada gadgetnya dan lain-lain,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini