Share

Harganya Lebih Murah, Ini Sederet Gizi Ikan Kembung yang Tak Kalah dari Salmon

Muhammad Sukardi, Okezone · Senin 17 Oktober 2022 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 17 298 2688820 harganya-lebih-murah-ini-sederet-gizi-ikan-kembung-yang-tak-kalah-dari-salmon-F5hPd3m8MS.jpg Ikan Kembung. (Foto: Selerasa)

KONSUMSI ikan di Indonesia memang telah mengalami kenaikan menjadi 55,37 kilogram (kg) per kapita di 2021, naik 1,48% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 54,56 kg/kapita. Meski demikian angka ini tergolong rendah mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar.

Padahal, kekayaan laut Indonesia sangat besar, dengan berbagai jenis ikan yang baik untuk dikonsumsi, salah satunya adalah ikan salmon. Konsumsi ikan salmon secara rutin diketahui dapat memberikan segudang manfaat bagi kesehatan jantung.

Kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi pada ikan salmon berperan penting dalam mengurangi peradangan dan mencegah penumpukan plak di dinding pembuluh darah jantung (aterosklerosis). Hanya saja, harga ikan salmon memang tergolong mahal.

Ikan Salmon

Meski begitu, Ahli Gastronomi Hindah Muaris mengatakan masyarakat bisa melakukan subtitusi dari ikan salmon menjadi ikan kembung. Menurutnya, ikan kembung tidak kalah berkualitas dibanding salmon.

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk beralih ke kembung jika harga salmon dirasa terlalu mahal. "Ikan kembung dan ikan salmon itu 11-12. Kalau dilihat nilai gizinya, kedua ikan tersebut tak jauh berbeda," terangnya.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Ikan kembung dan ikan salmon, kata Hindah, sama-sama tinggi Omega-3. Makanya, ikan salmon maupun boleh dijadikan menu MPASI. "Di dalam ikan salmon dan ikan kembung itu DHA dan EPA-nya tinggi, itu baik untuk bayi yang makan MPASI dan ibu hamil," ujar Hindah.

Cara mengolah ikan yang direkomendasikan Hindah bisa dengan memanggangnya, merebusnya menjadi menu sop, ataupun menggorengnya tapi dengan minyak yang sehat atau dijadikan fish n chips.

"Dikembalikan lagi ke selera anak atau si ibunya. Tapi, yang pasti tetap diolah dengan cara yang aman supaya kandungan gizi di dalamnya tidak hilang karena proses pemasakan yang salah," tambah Hindah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini