Share

7 Makanan Penyebab Darah Tinggi, Mulai Batasi Konsumsinya

Kiki Oktaliani, MNC Portal · Selasa 18 Oktober 2022 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 298 2689399 7-makanan-penyebab-darah-tinggi-mulai-batasi-konsumsinya-C8OAjhPLz8.jpeg Makanan Penyebab Darah Tinggi (Foto: Timesofindia)

ADA beragam faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, dan faktor yang paling berpengaruh adalah makanan yang dikonsumsi. Apa saja makanan yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi?

Kamu harus megetahu jenis makanan apa saja yang harus dihindari agar kamu terhindar dari darah tinggi. Dilansir dari singlecare.com beberapa makanan tersebut antara lain adalah makanan olahan, lemak jenuh, garam, gorengan, dan konsumsi alkohol berlebihan harus dihindari.

Makanan Penyebab Darah Tinggi

Menurut Dr. Landsman melebihi asupan kalori harian yang direkomendasikan juga buruk untuk tekanan darahmu. Terlalu banyak kalori menyebabkan kenaikan berat badan. “Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan darah,” katanya.

Diet tinggi natrium, yang ditemukan dalam banyak makanan dan saus yang diasap atau diawetkan, juga dapat meningkatkan tekanan darah. "Kombinasi yang sangat buruk untuk tekanan darah adalah diet tinggi garam tetapi rendah kalium dari buah-buahan dan sayuran, rendah mineral lain yang dibutuhkan seperti kalsium dari produk susu, dan (rendah) magnesium dari biji-bijian dan sayuran," kata Jones.

Berikut adalah 7 makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah:

1. Daging olahan seperti bacon dan hot dog

2. Makanan kaleng dengan pengawet

3. Makanan tinggi sodium seperti acar dan keripik kentang atau kentang goreng

4. Makanan yang digoreng seperti kentang goreng dan potongan ayam

5. Daging berlemak

6. Minyak sayur dan margarin, yang tinggi lemak trans

7. garam meja

BACA JUGA : Selain Jeruk, Ini 5 Buah Penurun Darah Tinggi dengan Cepat

Tekanan darah tinggi atau hipertensi

Dilansir dari mayoclinic.org tekanan darah tinggi adalah kondisi umum yang mempengaruhi arteri tubuh atau yang lebih dikenal dengan nama hipertensi. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, hal ini berarti kekuatan darah yang mendorong dinding arteri secara konsisten terlalu tinggi. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mm Hg). Secara umum, hipertensi adalah pembacaan tekanan darah 130/80 mm Hg atau lebih tinggi.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

American College of Cardiology dan American Heart Association membagi tekanan darah menjadi empat kategori umum. Tekanan darah ideal dikategorikan sebagai normal.

- Tekanan darah normal. Tekanan darah 120/80 mm Hg atau lebih rendah.

- Peningkatan tekanan darah. Angka atas berkisar antara 120 hingga 129 mm Hg dan angka bawah berada di bawah, bukan di atas, 80 mm Hg.

- Hipertensi stadium 1. Angka atas berkisar antara 130 hingga 139 mm Hg atau angka bawah antara 80 dan 89 mm Hg.

- Hipertensi stadium 2. Angka atas adalah 140 mm Hg atau lebih tinggi atau angka bawah adalah 90 mm Hg atau lebih tinggi.

Tekanan darah lebih tinggi dari 180/120 mm Hg dianggap sebagai hipertensi darurat atau krisis. Jika hal ini terjadi kamu harus segera mencari bantuan medis darurat untuk siapa saja dengan angka tekanan darah ini.

Tekanan darah tinggi yang tidak diobati meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan masalah kesehatan serius lainnya. Penting untuk memeriksakan tekanan darah setidaknya setiap dua tahun mulai dari usia 18 tahun. Sedangkan beberapa orang memerlukan pemeriksaan lebih sering.

Kebiasaan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, berolahraga, dan makan dengan baik dapat membantu mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi. Beberapa orang membutuhkan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini