Share

Dokter Jiwa Sebut Aroma Lavender Terbukti Paling Ampuh Tingkatkan Kualitas Tidur

Muhammad Sukardi, Okezone · Senin 24 Oktober 2022 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 24 612 2693152 dokter-jiwa-sebut-aroma-lavender-terbukti-paling-ampuh-tingkatkan-kualitas-tidur-QGLkrSFowE.jpg Ilustrasi Tips Tidur. (Foto: Freepik)

TIDUR merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh terlewatkan. Kurang tidur dalam jangka panjang akan memicu penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Bahkan, kurang tidur bisa memicu depresi dan penurunan sistem imun.

Oleh karena itu kuantitas waktu tidur memang sangagt diperlukan, selain kualitas tidur yang tidak boleh disepelekan. Tapi, pentingnya tidur ini tidak hanya berlaku pada orang dewasa saja, tapi juga untuk anak-anak.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr Jiemi Ardian, Sp.KJ, menjelaskan bahwa menjaga kesehatan mental anak paling dasar salah satunya adalah memastikan si kecil memiliki kualitas tidur yang baik.

"Kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan stres, depresi, dan menurunnya produktivitas seseorang yang akan semakin mengganggu kesehatan mental," papar dr Jiemi dalam keterangan resmi Sukha Sleep Aromatherapy Spray yang diterima MNC Portal, Senin (24/10/2022).

"Jadi, kalau ditanya bagaimana cara menjaga kesehatan mental? Jawabannya selalu 'back to basic', yaitu tidur dengan kualitas baik, selain juga makan makanan bergizi seimbang dan olahraga," terangnya.

Anak tidur

Menjaga 'sleep hygiene' atau kebiasaan tidur yang berkualitas terbukti membawa dampak baik bagi kesehatan mental. Ada beberapa hal penunjang yang dapat menciptakan tidur yang berkualitas, mulai dari suhu ruangan sejuk, kurangi cahaya di dalam kamar, pun juga menambahkan kebiasaan pra-tidur dengan sesuatu yang menenangkan seperti penggunaan spray aroma lavender maupun cedarwood.

"Aroma lavender dan cedarwood itu terbukti dapat menenangkan, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan persentase fase tidur pulas atau slow-wave sleep," katanya.

"Spray aromatik semacam ini bukanlah obat tidur, melainkan terapi alternatif untuk membantu tidur tanpa menyebabkan ketergantungan maupun efek samping. Jadi, aromaterapi seperti ini bisa digunakan untuk menjaga kualitas tidur supaya tetap baik dan nyaman," tambah dr Jiemi.

Selain baik untuk menjaga kesehatan mental, tidur yang berkualitas juga dikaitkan dengan kesehatan tekanan darah. Ini terbukti dalam studi yang dilakukan Candra Wahyu Nursiati dari Program Studi Keperawatan STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun. Peneliti menguji kaitan antara kualitas tidur dengan tekanan darah siswa kelas X-XI di SMA Negeri 1 Kwadungan Kabupaten Ngawi pada 2018.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Hasil studi menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada subjek penelitian. "Dari penelitian ini, diharapkan siswa (anak) bisa memiliki kualitas tidur yang baik untuk mengurangi risiko peningkatan tekanan darah," terang peneliti.

Selain tidur yang tidak berkualitas, tekanan darah juga dipengaruhi oleh stres. Ya, peneliti menerangkan bahwa kegelisahan, ketakutan, nyeri, dan stres emosional dapat mengakibatkan stimulasi simpatis yang meningkatkan frekuensi denyut jantung, curah jantung, dan resistensi vaskular. Efek simpatis ini meningkatkan tekanan darah.

Nah, tekanan darah yang tidak stabil ternyata bisa memengaruhi kualitas ginjal juga. Hal ini disampaikan dr Mutalib Abdullah, SpPD, KGH, FINASIM, bahwa kontrol tekanan darah yang baik, dengan target berbeda sesuai usia dan penyakit penyerta, dapat mengurangi risiko terkena stroke, serangan jantung, hingga kerusakan ginjal.

"Fungsi ginjal itu semacam penyaring darah dari toksin dan zat-zat yang tak diperlukan tubuh, sehingga darah yang melalui ginjal sangatlah banyak. Nah, bila tekanan di pembuluh darah tinggi, maka sel ginjal tidak akan mendapatkan cukup oksigen untuk bekerja dengan baik," papar dr Mutalib di laman resmi Bethsaida Hospitals.

"Sebaliknya, ginjal yang sehat juga berfungsi mengatur tekanan darah. Nah, pada pasien gangguan ginjal, tekanan darah pasien yang tinggi akan semakin menurunkan fungsi ginjal, sampai akhirnya ginjal tidak berfungsi lagi," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini