Share

Kanye West Ditelantarkan Brand Besar, Sepatu Yeezy Dibuang Para Kolektor

Adinda Fahrani, Jurnalis · Senin 31 Oktober 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 194 2697995 kanye-west-ditelantarkan-brand-besar-sepatu-yeezy-dibuang-para-kolektor-L2D4K0m0DI.jpg Adidas Yeezy Boost 350 V2. (Foto: Instagram)

BULAN ini nampaknya menjadi bulan apes bagi Kanye West atau yang kerap disapa Ye. Rapper asal Amerika ini harus menelan pil pahit karena dicancel oleh beberapa brand, lantaran ucapan antisemitisme.

Antisemitisme sendiri, adalah prasangka atau kebencian terhadap kaum Yahudi. Beberapa kemitraan yang bekerja sama dengan Yeezy berujung memutuskan kontrak menilai perilaku Ye sepekan terakhir tidak dapat dibiarkan, dengan puncaknya Adidas memutus kontrak ekslusifnya.

Melansir South China Morning Post, pernyataan antisemitisme dia pun menyebabkan para penjual sepatu kets memilih "membuang" produk miliknya di pasar barang bekas. Bagi pecinta sepatu kets Manuel Cruz, pernah menjual puluhan pasang sepatu kets, termasuk beberapa dari merek Yeezy Kanye West, seharga USD24.000.

Di antara koleksi Cruz, ada 20 pasang Yeezys yang awalnya bernilai USD5.000, tetapi berkat komentar antisemitisme pria berusia 45 tahun ini di twitter, membuat Adidas memutuskan hubungan. Akibatnya, penjualan Yeezy pun menurun drastis.

Adidas Yeezy

Adidas terhitung lebih lambat mengambil sikap dibanding brand seperti Balenciaga, Gap dan manajemen artis CAA yang sudah lebih dulu memutus kontrak sesudah sang rapper banyak melontarkan tudingan rasis terhadap etnis Yahudi.

Neil Saunders, seorang analis ritel di perusahaan analitik dan konsultan GlobalData, mengatakan Ye telah membuat kerugian bisnis yang luar biasa dan merugikan diri sendiri. “Ini adalah merek besar. Mereka harus mengakhiri kemitraan dengan Ye, karena komentar Ye benar-benar di luar moralitas,” katanya.

Padahal, sebelum kasus yang menimpanya baru-baru ini, keberhasilan Ye dalam berbisnis fashion terbukti menguntungkan. Kekayaan bersihnya dipatok sebesar USD2 miliar.

Rapper ini berkecimpung dalam bisnis pakaian dan sneakers di akhir tahun 2000-an, berkolaborasi dengan perusahaan termasuk A Bathing Ape, Louis Vuitton dan Nike. Kemudian, ia mulai bekerja sama dengan Adidas, yang mulai memproduksi sepatu kets Yeezy pada 2013.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Sepatu kets Yeezy selama bertahun-tahun telah menjadi barang yang sangat didambakan. Memang, sepatu kets dan pakaian dapat dikoleksi dengan cepat dan meningkat nilai jualnya di samping aset mewah seperti jam tangan, anggur, karya seni, dan mobil.

"Siapapun yang memegang barang dagangan Yeezy dengan harapan dapat menghasilkan uang di pasar sekunder akan sangat kecewa, nilai barang-barang itu telah turun. Orang-orang tidak ingin dikaitkan dengan Kanye sekarang," kata Saunders.

Itu terbukti di Cool Kicks, sebuah toko dan pengecer sepatu yang berlokasi di Los Angeles, di negara bagian California, AS. Toko itu lebih sibuk dari biasanya pada 25 Oktober, dan sebagian besar menjual Yeezys.

“Orang-orang panik menjualnya. Beberapa dari mereka khawatir memakainya di depan umum dan dihakimi,” kata Shams, yang mencatat bahwa 80 persen dari sepatu yang dijual adalah Yeezys.

Meski demikian, ada juga mereka yang masih memilih membeli sepatu tersebut karena penghentian produksi sepatu dan pakaian Yeezy diperkirakan akan mendorong harga yang lebih tinggi . “Orang-orang mungkin melihat ini sebagai peluang investasi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini