Share

Pamer Foto Bareng Pacar di Medsos Bikin Hubungan Makin Mesra, Mitos atau Fakta?

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Kamis 03 November 2022 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 03 612 2700314 pamer-foto-bareng-pacar-di-medsos-bikin-hubungan-makin-mesra-mitos-atau-fakta-kqcEMVztFO.jpg Ilustrasi Pamer Foto di Sosmed. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang menggunakan media sosial sebagai ajang pamer, entah itu memamerkan hasil karya, pencapaian atau bahkan sebuah hubungan. Memang tidak ada cara yang benar dalam menggunakan media sosial, selama apa yang kita posting tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

Nah, ada beberapa orang yang sangat getol membagikan momen kebersamaan dengan pasangannya. Meskipun ada juga orang enggan yang pasang foto pasangan di media sosial.

Katanya, sering upload foto pasangan di media sosial bisa membuat kualitas hubungan semakin baik alias semakin mesra. Jika dilihat dari kacamata psikologi, apakah ada kaitan antara memasang foto pasangan di media sosial dengan kualitas hubungan?

Seorang psikolog dan penulis buku Who Stole My Child?: Parenting through the Four Stages of Adolescence, Carl Pickhardt, Ph.D., berpendapat bahwa ketika sepasang remaja jatuh cinta, mereka belum menjalani hubungan yang dalam.

“Mereka tertarik secara seksual dan senang bersama. Ada kasih sayang fisik dan perasaan persahabatan. Semua itu tergabung menjadi satu ketertarikan,” jelasnya seperti dilansir dari KlikDokter.

Pacaran

Memang, jatuh cinta saat remaja akan terasa lebih menggebu-gebu. Pasalnya, menurut Pickhardt, ada konflik yang mereka hadapi bersama. Misalnya, ingin hidup layaknya orang dewasa meski masih di bawah pengawasan orang tua (kebebasan), dan merasa bahwa pacar adalah miliknya meski mereka masih bergantung pada orang tua (kepemilikan).

Adanya sesuatu yang ‘menggebu-gebu’ di dalam raga bisa saja memicu rasa ingin pamer kepada orang lain. Itulah mengapa, remaja adalah golongan yang paling banyak dan sering ditemukan posting foto pasangan di media sosial.

Selain itu, 47 persen remaja dalam sebuah penelitian menerangkan, media sosial merupakan tempat bagi mereka untuk menunjukkan seberapa besar rasa peduli terhadap pasangan.

Tak sedikit pula remaja yang menganggap bahwa posting foto pasangan di media sosial adalah bagian dari bukti cintanya. Dengan kata lain, remaja menganggap bahwa jumlah foto pasangan yang diunggah di media sosial merupakan tolok ukur kadar cinta mereka.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Pengguna media sosial generasi muda cenderung mengunggah foto atau video seseorang untuk menunjukkan bahwa ada yang spesial di antara mereka. Ini menjadi aturan tidak langsung yang berlaku bagi warganet.

Dengan adanya foto atau video tersebut, orang yang melihatnya bisa menerka apakah mereka masih sendiri atau sudah berpasangan. Artinya, jika tidak mendapati adanya foto atau video sejenis itu, orang-orang akan beranggapan bahwa ia sedang single atau belum berpasangan.

Memang ada beberapa manfaat dari posting foto pasangan. Berikut di antaranya:

- Meningkatkan kualitas hubungan bila sesuai dengan kesepakatan bersama.

- Melindungi pasangan dari ‘ancaman’ orang lain.

- Membuat diri sendiri dan pasangan menjadi lebih aman.

- Kualitas hubungan menjadi lebih baik.

- Merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, hasil tersebut hanya akan dirasakan jika kedua belah pihak nyaman dengan unggahan masing-masing. Bila hanya salah satunya saja yang nyaman, manfaatnya tidak akan terasa.

Lebih lanjut, bukan berarti orang-orang yang tak pernah mengunggah foto pasangan di media sosial memiliki hubungan yang buruk. Karena pada dasarnya, hal ini dikembalikan lagi ke sudut pandang masing-masing pasangan.

Kesimpulannya, seringnya remaja posting foto pasangan dipengaruhi oleh perasaan cinta yang sedang menggebu-gebu. Kebanyakan remaja merasa aman dan spesial ketika fotonya dipasang si pacar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini