Share

Ahli Gizi Ingatkan Bekal Anak Itu Bukan Pengganti Sarapan

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Sabtu 19 November 2022 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 19 298 2710785 ahli-gizi-ingatkan-bekal-anak-itu-bukan-pengganti-sarapan-EgOTcQT3Vh.jpg Ilustrasi Bekal Anak. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orangtua yang memilih membawakan bekal agar anak bisa makan di sekolah. Biasanya bekal dibawakan sebagai pengganti sarapan atau sebagai pengganti makan siang.

Pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Anna Vipta Resti Mauludyani, SP, M.Gizi menjelaskan, bekal bukanlah pengganti sarapan sehingga sebaiknya sarapan tetap dilakukan di rumah sebelum anak berangkat ke sekolah. Karena itu, sebaiknya orangtua jangan menyiapkan bekal dalam porsi penuh atau besar.ย ย 

Menurutnya, yang harus disiapkan dalam bekal tersebut adalah makanan bergizi untuk anak, terutama anak usia dini, dengan memperhatikan porsi, tampilan, serta gizi seimbang.

Bekal Anak

โ€œSaya ingin kasih tips buat ayah bunda yang akan menyiapkan bekal untuk anaknya. Siapkan saja dengan porsi kecil. Kembali lagi bekal adalah snack (selingan), jadi anggapannya bekal adalah snack. Seperti halnya snack, tidak terlalu banyak (porsinya),โ€ kata Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB itu seperti dilansir dari Antara.

Dengan memahami bahwa bekal sebagai makanan selingan, Anna menjelaskan porsi yang disajikan dalam bekal hanya 10 persen dari total kebutuhan kalori anak dalam sehari. Sebagai contoh, anak memiliki total kebutuhan kalori sebanyak 1.400 kkal, dengan demikian porsi bekal hanya mencakup 140 kkal saja.

โ€œ140 kkal sebanyak apa, sih? Mungkin kalau kita bayangkan pakai nasi, kalau nasi itu kira-kira hanya setengah centong sebelum ditambah lauk-pauk, sayur, dan buah. Dengan setengah centong nasi saja itu sudah cukup sebetulnya, jadi tidak perlu sampai memenuhi tempat bekal,โ€ kata Anna.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dengan porsi kecil dan sesuai dengan kebutuhan anak, Anna mengatakan anak-anak akan merasa menikmati bekal yang mereka bawa dan bukan malah terpaksa untuk menghabiskan karena porsi berlebih.

Selain porsi, orangtua juga disarankan untuk membuat bekal dengan tampilan menarik dengan cara mempertimbangkan pemilihan warna makanan. Anna mengingatkan, warna menarik bukanlah warna yang mencolok dan warna menarik ini bisa didapatkan dari bahan makanan alami seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Kemudian, orangtua dianjurkan untuk menyiapkan tempat bekal yang juga menarik bagi anak-anak. Dengan begitu, imbuh Anna, mereka akan merasa semangat dan menambah rasa kepercayaan diri untuk memakan bekal yang dibawa.ย 

โ€œKita bisa berguru sama makanan atau bento-bento yang dari Jepang. Jadi kita bisa menambah variasi nasi tidak hanya dibiarkan begitu saja, bisa dibuat bulat-bulat, ada cetakan segitiga,โ€ ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini