Share

Benarkah Kecerdasan Anak Sangat Dipengaruhi Ibu?

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Senin 21 November 2022 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 612 2711714 benarkah-kecerdasan-anak-sangat-dipengaruhi-ibu-ozXpzPKpDS.jpg Ilustrasi Ibu dan Anak. (Foto: Shutterstock)

KETIKA tengah hamil, calon ibu memang biasanya mengonsumsi makanan bernutrisi guna memberikan asupan pada janin yang ada. Tujuannya, agar anak bisa tumbuh dengan sehat dan memiliki kecerdasan tinggi.

Tapi, kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu genetik dan lingkungan. Seberapa besar faktor genetik terutama dari pihak ibu dalam menentukan kecerdasan anak? Berikut pembahasannya seperti dilansir dari KlikDokter.

Kecerdasan merupakan kemampuan anak dalam belajar dari pengalaman dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Unsur-unsur kecerdasan meliputi kemampuan untuk berpikir, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir secara abstrak, dan memahami ide-ide yang sifatnya kompleks.

Pertama, mari kita melihat pengaruh genetik terhadap kecerdasan anak. Genetik memegang peranan penting, tetapi bukan segalanya. Genetik menyumbang sekitar 50% dari kecerdasan bawaan yang diturunkan dari orangtua, khususnya ibu.

Variasi genetik seorang anak diturunkan atas kombinasi gen ayah dan ibu, namun tidak pada aspek kecerdasan. Secara biologis teori ini tidak terjadi.

Ibu dan Anak

Perlu diketahui bahwa gen kecerdasan terletak pada kromosom X dan perempuan memiliki dua kromosom tersebut. Sementara laki-laki hanya membawa satu kromosom X dan sisanya adalah kromosom Y.

Karena perempuan membawa dua kromosom X, maka bisa dipastikan kalau anak-anak memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mendapatkan kecerdasan dari sang ibu.

Terutama hal ini berlaku buat anak laki-laki, karena dia hanya membawa satu kromosom X. Jadi sudah jelas bahwa sang ibulah yang menurunkan kecerdasannya kepada anak. Selain genetik, ternyata kecerdasan anak ditentukan pada awal kehidupannya, yaitu saat tiga tahun pertama kehidupan.

Apa saja yang harus diperhatikan dalam tiga tahun pertama? Yang terpenting adalah pemberian ASI eksklusif oleh sang ibu selama enam bulan full, kemudian dilanjutkan asupan nutrisi melalui makanan pendamping ASI (MPASI).

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Tidak lupa juga stimulasi kecerdasan yang diajarkan kepada anak. Harus diakui bahwa kebanyakan, peran memberikan stimulasi dan nutrisi pada anak dimainkan oleh ibu.

Maka anggapan bahwa kecerdasan anak menurun dari ibu adalah pandangan yang dapat diterima. Jika ibu cerdas maka gen akan menurun pada anak, serta kecerdasan ibu dalam mendidik anak juga tentu membuat buah hati ikut cerdas pula.

Kendati kecerdasan ibu berperan penting dan besar dalam penentuan kecerdasan anak, itu bukanlah satu-satunya faktor. Ada banyak hal yang juga memengaruhi perkembangan anak. Banyak penelitian menunjukkan bahwa peran ayah dalam pertumbuhan dan perkembangan anak akan membuat anak dapat mencapai perkembangan optimalnya.

Karenanya, para ayah perlu didorong untuk terlibat dalam pengasuhan anak. Selain itu, lingkungan yang kondusif untuk perkembangan anak juga dapat membantu menyokong kecerdasan anak.

Jadi jangan hanya andalkan kecerdasan anak dari gen ibu saja. Untuk memupuk kecerdasan anak, baik ayah maupun ibu harus berkomitmen untuk mendidiknya dengan baik sedari kecil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini