Share

Tak Mau Anak Jadi Pendek? Jangan Minum Kopi saat Hamil

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Selasa 22 November 2022 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 298 2712494 tak-mau-anak-jadi-pendek-jangan-minum-kopi-saat-hamil-uLZHLMzJfk.jpg Ilustrasi Kopi. (Foto: Shutterstock)

IBU hamil memang tidak boleh mengonsumsi sembarang makanan. Pasalnya, apa yang dikonsumsi ibu hamil bisa memengaruhi perkembangan calon anak yang dikandung.

Nah, ternyata salah satu yang tidak boleh banyak dikonsumsi adalah minuman yang mengandung kafein, seperti kopi. Sebuah studi dalam jurnal JAMA Network Open menemukan, anak-anak yang terpapar kafein di dalam kandungan cenderung lebih pendek daripada teman sebayanya yang tidak terpapar kafein.

Kafein telah menjadi salah satu makanan yang dilarang selama kehamilan. Bahkan jika hanya diminum sedikit, karena mengkonsumsinya saat hamil dikaitkan dengan tingkat kelahiran yang lebih rendah.

Kopi

Untuk melihat kemungkinan dampak konsumsi kafein pada pertumbuhan anak, para peneliti seperti disiarkan Medical Daily beberapa waktu lalu menganalisis dua studi sebelumnya yang melibatkan 2.400 wanita hamil. Mereka menemukan anak-anak yang lahir dari wanita dengan kafein dan paraxanthine, produk pemecahan kafein, sedikit lebih pendek daripada rekan-rekan mereka yang ibunya tidak mengonsumsi kafein.

Kesenjangan tinggi bahkan meningkat dari usia empat tahun menjadi usia delapan tahun. Hubungan kafein dengan tinggi badan anak diamati bahkan pada ibu dengan konsumsi 200 mg per hari. Konsumsi kurang dari 200 mg setara dengan jumlah kafein dalam satu cangkir kopi 12 ons, catat The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Secangkir kopi instan mengandung sekitar 100 mg kafein, sedangkan secangkir kopi yang disaring mengandung 140 mg, menurut Cleveland Clinic. Perlu juga dicatat, makanan dan minuman lain seperti cokelat, teh, dan soda juga mengandung kafein.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Para peneliti mengklarifikasi perbedaan ketinggian yang mereka temukan ini kecil, sehingga masih harus dilihat apakah itu berdampak pada kesehatan anak, atau apakah itu berlanjut hingga dewasa.

"Untuk lebih jelasnya, ini bukan perbedaan besar dalam tinggi badan, tetapi ada perbedaan kecil dalam tinggi badan di antara anak-anak dari orang yang mengonsumsi kafein selama kehamilan," kata salah satu pemimpin penelitian, Jessica Gleason dari NIH.

Gleason mengklarifikasi bahwa tidak ada alasan bagi keluarga untuk panik atas hasil tersebut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah perbedaan ini berdampak pada kesehatan anak.

"Perempuan hamil harus mendiskusikan konsumsi kafein dengan dokter mereka," kata pemimpin studi lainnya, Katherine Grantz.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini