Share

Kupas Tuntas Perbedaan Kebaya Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura dan Thailand

Muhammad Sukardi, Okezone · Jum'at 25 November 2022 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 194 2714856 kupas-tuntas-perbedaan-kebaya-indonesia-malaysia-brunei-singapura-dan-thailand-fGtGZJPQf2.jpg Kebaya. (Foto: JFFF)

KEBAYA menjadi topik hangat saat ini. Banyak orang membahas soal kebaya imbas dari empat negara ASEAN, termasuk Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO, tanpa melibatkan Indonesia.

Hal ini langsung memicu perdebatan hangat di media sosial. Banyak pihak mengklaim bahwa kebaya asli Indonesia. Padahal, fakta realitas mengungkapkan bahwa kebaya ada di luar Indonesia, termasuk di empat negara ASEAN tersebut.

Nah, di artikel ini MNC Portal bakal mengupas tuntas perbedaan kebaya dari 5 negara serumpun tersebut. Benarkah kebaya masing-masing negara berbeda?

Kebaya Indonesia

Kebaya Indonesia

Menurut laporan laman Expat, kebaya pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-15 dan 16. Pakaian tersebut mirip dengan apa yang dikenakan wanita Portugis di abad 16 saat tiba di pesisir barat daya Malaysia, terletak di seberang Selat Malaka dari Sumatera.

Pengaruh Arab hingga Tionghoa bermain di penciptaan kebaya Indonesia. Makanya, kita bisa lihat keberagaman kebaya yang ada di negeri tercinta ini. Kebaya kemudian eksis di Tanah Air dengan keidentikan blus semi transparan dengan stagen di belakangnya. Bros diharapkan ada di setiap penggunaan kebaya. Kain tanpa jahitan sebagai rok menjadi identitas lain kebaya Indonesia. Kain tersebut dililit di badan dan dengan aksen lipatan di bagian depan.

Kebaya terus bertransformasi di Indonesia. Tak hanya ada kebaya klasik-tradisional, tapi kini ada kebaya modern dengan keindahan embroidery bunga dan motif lainnya sebagai statement. Tangan kebaya tak melulu panjang, kini ada juga yang pendek.

Kebaya Malaysia

Kebaya Malaysia

Kebaya Malaysia jika dilihat sekilas mirip dengan kebaya encim yang ada di DKI Jakarta. Unsur Tionghoa cukup terlihat di kebaya Malaysia. Mengambil contoh dari kebaya rancangan Ang Eng Nyonya Kebaya yang sudah memproduksi kebaya sejak 60 tahun lalu, embroidered aksen menjadi statement utamanya. Peranakan style disebutnya dan itu tampak seperti cheongsam

Kebaya Malaysia pun cenderung bermain di warna vibrant. Punya dasar kuning, embroidery-nya bisa berwarna fuschia atau hijau neon. Warna ngejreng ini juga jadi salah satu identitas kebaya Malaysia.

Kebaya Singapura

Kebaya Singapura

Laman Marina Bay Sands Singapura menjadi acuan untuk melihat bagaimana kebaya Singapura dan dapat dilihat, kebaya itu berwarna vibrant serupa dengan Indonesian dan Malaysian style. Perbedaan kebaya negara ini ada di aksen tengah yang dibiarkan terbuka seperti cardigan-style.

Soal embroidery dan penempatan detail tersebut pun tak jauh berbeda. Pun cuttingan bahan di bagian bawah juga hampir mirip. Kebaya Singapura pun dipadukan dengan kain lilit. Di foto ini, kain yang dipakai terlihat lebih modern dengan warna yang sangat kekinian. Tidak ada kesan kolot atau klasik-tradisional di kebaya Singapura.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Kebaya Thailand

Kebaya Thailand

Kebaya Thailand punya gaya yang berbeda, namun kain songket yang jadi rok pelengkap blus punya gaya serupa dengan wastra di Sumatera. Tintas emas menjadi salah satu andalan yang banyak diperlihatkan di look kebaya Thailand.

Soal blus yang dikenakan, di foto ini baju yang dikenakan lebih poos dengan ballon sleeve terinspirasi seperti Meksiko atau Amerika Latin lainnya. Perhiasan berlimpah jadi ciri khas lain yang sepertinya mesti ada di gaya kebaya Thailand.

Kebaya Brunei

Kebaya Brunei

Mengacu pada studi yang diterbitkan Paramita: Historical Studies Journal berjudul 'Baju Kurung or Baju Kebaya? Framing the History of the Brunei Women's Fashion, diketahui bahwa pada awalnya pakaian wanita Brunei adalah baju kurung.

Itu dapat dilihat dari foto di Koran Pelita Brunei yang terbit 1959. Di foto tersebut, banyak perempuan Brunei mengenakan baju kurung untuk merayakan Idul Adha. Namun, fashion wanita Brunei mengalami progresi atau perkembangan sehingga terjadi perubahan gaya busana baju kurung 'new era' di tahun 1960-an sampai 1970-an.

Setelah itu, gaya berganti ke kebaya. Kemunculan kebaya Brunei ini bersamaan dengan eksistensi kebaya di beberapa negara tetangga Brunei sampai kemudian kebaya perlahan hilang di Brunei. Foto-fotonya pun tak lagi dijumpai di 1980-an dan baju kurung kembali merajai pasar pakaian wanita Brunei setelahnya.

Dari foto-foto yang disematkan di studi tersebut, kita bisa lihat kalau kebaya Brunei punya looks yang berbeda. Sekalipun bagian bawah outfit adalah kain yang dililit, namun bajunya tidak mirip dengan kebaya Indonesia maupun Malaysia. Blus simple menjadi andalan mereka namun ada bros di sana sebagai pemanis tampilan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini