Share

Chef Vindex Berbagi Rahasia Memilih dan Mengolah Daging Sapi

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Sabtu 26 November 2022 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 298 2715020 chef-vindex-berbagi-rahasia-memilih-dan-mengolah-daging-sapi-rM1gb06eNS.jpg Ilustrasi Daging Sapi. (Foto: Shutterstock)

MEMASAK daging sapi memang memiliki kesulitan tersendiri, apalagi bagi mereka yang masih pemula. Nah, salah satu kunci dari memasak daging sapi adalah mengetahui apa yang kita olah.

Memasak daging sapi ternyata tak hanya perlu memperhatikan kualitas, namun juga perlu memahami kegunaan dari bagian daging tersebut, demikian penjelasan dari Chef Vindex Tengker.

"Sebenarnya kita harus tahu daging bagian mana, untuk masak apa. Karena ada daging yang bisa dimasak dry cooking method, misal disatai, atau tumis. Sama yang dimasak lama atau yang disebut wet cooking method," jelas Vindex seperti dilansir dari Antara.

"Jadi orang harus tahu ini bisa dipakai buat steak nggak. Bisa dipakai buat masak lama nggak. Karena ada kalau daging yang bagus, dimasak lama malah kering. Rasanya jadinya dry, kurang juicy rasanya," tambah Vindex.

Daging Sapi

Lebih dalam, Vindex juga mengatakan bahwa jika salah memilih jenis daging sapi untuk dimasak maka hal tersebut dapat mengakibatkan rasa alot saat dimasak. Misalnya, daging sapi bagian betis tidak bisa dimasak menjadi satai. Sebab, bagian ini memiliki tekstur keras.

"Supaya nggak keras pun tekniknya harus menggunakan daging yang tepat. Kalau rump, dia ada bagian yang bisa dibikin satai. Tapi kalau bagian betis itu nggak bisa dibikin satai. Mau diapain juga, nggak bisa. Karena dia keras, harus dimasak lama," ujar Vindex.

"Kalau sirloin misalnya daging yang bisa dibikin steak, terus dibikin rendang, ya kering," sambungnya.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Durasi memasak daging juga sangat bervariasi. Namun, Vindex mengungkapkan bahwa jika memasak daging sapi Australia, proses memasak pun bisa lebih cepat dibandingkan jenis daging sapi lain.

"Kalau masak lama, tergantung ya. Kalau pakai daging sapi Australi, karena dia (sapi) makannya bagus, diternakan dengan benar, jadi kalaupun perlu dimasak lama itu paling lama satu setengah jam, dua jam," kata Vindex.

"Kalau di sini kan, sapinya misal disuruh nyawah dulu baru dipotong. Otomatis dagingnya cenderung lebih keras. Tapi kalau untuk masakan Indonesia, masih oke. Karena rasanya lebih ber-flavor. Tapi kalau steak, belum bisa pakai lokal. Pasti alot," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini