Share

Peringati Hari Guru Nasional, Para Pengajar Maknai Arti "Merdeka Belajar" di Era Modern

Muhammad Sukardi, Okezone · Jum'at 25 November 2022 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 612 2714474 peringati-hari-guru-nasional-para-pengajar-maknai-arti-merdeka-belajar-di-era-modern-jJQIo7hqVg.jpg Hari Guru Nasional 2022. (foto: Istimewa)

TANGGAL 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Hari tersebut dijadikan waktu yang tepat untuk memberikan apresiasi kepada guru atas jasanya. Mendidik anak-anak menjadi orang yang berguna di kemudian harinya kelak.

Di tahun ini, tema yang diangkat adalah 'Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar'. Tema tersebut dinilai sangat berhubungan dengan keadaan di masa sekarang. Hal ini karena tugas guru tidak lagi hanya membimbing dan mengajar, namun menjadi penghubung antara kurikulum dengan minat murid. Dengan begitu, guru dan murid dapat sama-sama berinovasi untuk meningkatkan kualitas belajar.

 Hari Guru Nasional

Karena hal tersebut, guru dituntut untuk terus mengembangkan potensi dan keahlian diri mereka dalam membuat bahan pelajaran yang dapat menghubungkan antara kurikulum dan minat, salah satunya dengan mengikuti pelatihan profesional guru. Sayangnya, beberapa guru di Indonesia butuh perjuangan lebih untuk mendapatkan hal tersebut.

Misalnya saja kasus yang dialami Guru TK Negeri Pembina Kubu di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Tafik Oktavia. Dalam suatu kesempatan, ia berkisah harus menyebrangi sungai Kapuas untuk dapat mengikuti pelatihan pengembangan kompetensi guru. Ada keinginan yang besar dalam dirinya untuk menjadi guru berkualitas. Ini yang menjadi dasar utamanya rela bertindak sejauh itu.

"Saat memilih menjadi guru, jangan mengharapkan apapun selain balasan pahala dari Tuhan. Sejatinya, profesi guru adalah pekerjaan yang mulia karena mewariskan ilmu yang bermanfaat bagi anak didik dan lingkungan sekitar," terang Tafik dalam keterangan resminya, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Ia juga mengimbau para guru untuk terus mengabdi dengan sepenuh hati hingga manfaat dari apa yang diwariskan ke para murif dapat dirasakan dari generasi ke generasi.

Tafik menjelaskan makna Merdeka Belajar versinya. Yaitu memberikan pengajaran yang sesuai dengan minat dan bakat murid.

"Untuk itu, seorang guru perlu dekat dengan setiap murid, sehingga dapat tahu apa yang diperlukan muridnya. Pada akhirnya, guru itu dapat mengembangkan potensi diri sang murid sesuai dengan minat dan bakatnya," tambahnya.

Sejalan dengan itu, agar guru mampu menggali potensi muridnya, guru juga perlu yang namanya pelatihan pengembangan potensi guru. Ini penting demi meningkatkan kompetensi guru, sehingga dapat menjadi suri tauladan bagi murid-muridnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini