Share

Piala Dunia 2022 Dikepung Beragam Kontroversi Heboh, Mulai dari Minuman Alkohol sampai Boikot Artis Dunia

Jum'at 25 November 2022 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 612 2714880 piala-dunia-2022-dikepung-beragam-kontroversi-heboh-mulai-dari-minuman-alkohol-sampai-boikot-artis-dunia-z9BD2qCzkI.jpeg

PARA pencinta olahraga sepak bola, hari-hari ini pasti sibuk menonton, membahas tim bola favoritnya yang sedang berlaga di Piala Dunia 2022. Setiap hari gegap gempita Piala Dunia 2022 ini selalu jadi topik pembicaraan yang hangat. Qatar pun menjadi negara Timur Tengah pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Ternyata di balik keseruan pertandingan bola maupun riuh-rendahnya suasana Piala Dunia 2022, ada banyak isu kontroversi yang meliputinya. Ada beragam isu yang berkaitan dengan budaya, adat istiadat maupun kebiasaan masyarakat Qatar yang menyelimuti turnamen empat tahunan tersebut.

Berikut ini adalah beragam isu kontroversi heboh yang menyelimuti Piala Dunia 2022:

1. Infrastruktur Piala Dunia di Qatar dibangun pekerja migran bergaji sangat rendah

Saat Qatar ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, maka pemerintahnya pun segera menggelontorkan dana dan investasi miliaran dolar untuk membangun infrastruktur yang memadai, mulai dari stadion-stadion baru, infrastruktur transportasi, hotel-hotel mewah dan beragam sarana lainnya.

Menurut data yang dikutip Vox.com, Pemerintah Qatar telah merogoh kocek hingga sekira USD220 miliar untuk membangun sederet infrastruktur megah dan mewah untuk menyambut Piala Dunia 2022 ini. Namun faktanya, banyak perusahaan-perusahaan konstruksi Qatar yang menggaji para pekerja migran ini dengan gaji yang sangat rendah.

Selain itu, para buruh bangunan tersebut juga dieksploitasi habis-habisan karena harus bekerja dengan jam kerja yang panjang namun tidak mendapat imbalan yang layak.

Beberapa media sempat membuat liputan seputar pelanggaran HAM yang dialami ribuan pekerja migran yang membangun infrastruktur untuk Piala Dunia. Liputan CNN International menyebut bahwa seorang pekerja migran asal Nepal dengan nama samaran Kamal belum mendapat bonus yang dijanjikan dan malah dijebloskan ke penjara, tanpa alasan yang jelas.

Kemudian media asing lainnya, Guardian melaporkan pada tahun 2021 lalu ada sekitar 6.500 pekerja migran Asia Selatan telah meninggal selama bekerja di Qatar sejak negara itu dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2010. Para pekerja migran tersebut sebagian besar terlibat dalam pekerjaan bergaji rendah dan berbahaya, serta sering dilakukan dalam suhu yang sangat panas.

Piala Dunia Qatar

BACA JUGA:10 Negara di Dunia yang Rakyatnya Paling Hobi Minum Bir

2. Larangan penjualan minuman beralkohol di semua stadion

Saat Piala Dunia ditentukan di Qatar, berbagai brand makanan dan minuman pun seakan berlomba juga untuk menjadi sponsor utama event olahraga bergengsi ini. Lalu FIFA pun memutuskan Budweiser, brand minuman bir atau minuman beralkohol terpilih jadi sponsor utama Piala Dunia 2022 di Qatar.

Namun faktanya, hanya dua hari sebelum tanggal pembukaan Piala Dunia pada Minggu (20/11/2022), Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan larangan penjualan minuman beralkohol di semua stadion. Pengumuman tersebut dikeluarkan FIFA setelah berdiskusi dengan Qatar selaku tuan rumah yang memiliki aturan ketat terkait alkohol.

Akhirnya kebijakan tersebut direvisi setelah adanya negosiasi antara Presiden FIFA, Gianni Infantino; Budweiser; dan Eksekutif Komite Tertinggi Qatar. Diputuskan, Budweiser tetap diizinkan menjual bir beralkohol di zona FIFA FAN Fest di pusat Kota Doha. Penjualan juga bisa dilakukan di tempat hiburan yang sudah ditentukan.

Nah, bagi traveler yang mau nonton langsung kompetisi sepak bola paling akbar sejagat yang digelar mulai 20 November sampai 18 Desember tersebut, wajib memperhatikan berbagai aturan lokal, seperti dikutip dari Okezone, Jumat 4/11/2022.

Analis keamanan di Riskline, Inggris, Diego Maloney memperingatkan para penggemar Piala Dunia yang akan pergi ke Qatar untuk memperhatikan beberapa hal yang tidak boleh mereka lakukan selama berada di negara kaya tersebut. Salah satunya adalah larangan penjualan minuman beralkohol di seputar stadion.

Qatar telah memberlakukan kontrol yang ketat terhadap keberadaan minuman beralkohol. Bahkan hotel pun memberikan pajak yang sangat tinggi bagi yang ingin meminumnya. Untuk takaran minuman kurang lebih setengah liter, Anda harus membayar sekitar Rp360.000 demikian dilansir dari Mirror.

Tapi mereka yang dapat minum harus membeli paket perhotelan untuk menonton pertandingan.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

3. Dilarang ekspresikan dukungan kepada kaum LGBT

Hukum dan aturan di Qatar menyatakan LGBT dan seks di luar pernikahan adalah sebuah kejahatan, maka mereka yang melanggar diancam hukuman pidana. Hal ini sontak jadi perhatian serius sejumlah penggemar sepakbola dunia, terutama di Eropa, yang lantang menyuarakan hak-hak kelompok LGBT. Sebagian suporter maupun pencinta sepakbola mengaku batal menonton secara langsung di Qatar karena merasa tidak aman.

Tim nasional dari negara-negara Eropa yang berkompetisi Piala Dunia 2022 sempat berencana mengenakan armband dengan logo "OneLove" untuk mendukung hak-hak LGBTQ selama turnamen, namun mereka mengurungkan niat tersebut setelah mendapat peringatan dari FIFA bahwa mereka bisa dihukum.

FIFA menekankan Kapten Timnas Inggris, Wales, Belgia, Belanda, Swiss, Jerman dan Denmark untuk tidak mengenakan ban bertuliskan “One Love” pada Piala Dunia 2022. Apabila ketahuan melanggar, FIFA tak segan-segan memberikan kartu kuning kepada timnas terkait.

Piala Dunia Qatar

Sebelumnya, Harry Kane bersikukuh bahwa kapten Timnas Inggris akan mengenakan ban pelangi. Tujuannya sebagai dukungan dan pesan anti-diskriminasi kepada komunitas LGBT.

Ketua eksekutif FA Mark Billingham mengatakan Inggris sedang mencari cara lain untuk menunjukkan nilai-nilainya. Inggris memahami bahwa mereka mungkin saja melakukan itu, tetapi mereka akan mendapatkan sanksi, (Okezone, Jumat 24/11/2022).

"Sebagai federasi nasional, kami tidak dapat menempatkan pemain kami dalam posisi di mana mereka dapat menghadapi sanksi olahraga termasuk kartu kuning, jadi kami telah meminta kapten untuk tidak mencoba mengenakan ban lengan dalam pertandingan Piala Dunia FIFA," demikian pernyataan FA beberapa jam sebelum pertandingan Inggris melawan Iran dimulai pada Senin 21 November 2022.

Langkah Inggris tersebut menuai kritikan pedas dari kelompok LGBT. Mereka tidak terima terhadap keputusan yang dilayangkan FIFA kepada ketujuh negara tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa hak dasar berbicara dan berekspresi dihancurkan oleh FIFA.

“Sangat mengecewakan bahwa @FIFAWorldCup dan @FIFAcom diam dan penarikan diri dari Kapten Eropa itu akan mendapatkan kartu kuning pada awal pertandingan karena mencoba menyoroti masalah hak asasi manusia,” ujar 3LionsPride, kelompok LGBT yang mendukung Timnas Inggris.

4. Aturan berpakaian sopan selama di Qatar

Qatar sebagai negara Islam yang memberlakukan hukum Syariah juga mengimbau para penonton Piala Dunia untuk berpakaian sopan dan menutup aurat selama berada di Qatar, demikian dilansir Okezone, Jumat 4/11/2022 dari Mirror.

“Melepas baju Anda di Zona penggemar akan membuat Anda mendapatkan peringatan dari petugas yang khusus mengawasi soal kesopanan berbusana. Petugas pasti akan mendatangi dan meminta Anda mengenakan kembali baju Anda,” tambah Diego Maloney dikutip dari Mirror, Jumat 4/11/2022.

Untuk itu, bagi para pria tidak diperbolehkan untuk memakai pakaian yang memperlihatkan bahu dan lutut. Anda bisa menggunakan celana kargo panjang dan celana chino panjang. Sementara untuk wanita, bisa menggunakan pakaian yang menutupi bahu serta tidak memperlihatkan belahan dada.

Diego juga mengingatkan aturan berpakaian akan jauh lebih ketat lagi jika Anda berada di sekitar gedung-gedung penting, dan masjid.

Piala Dunia Qatar

5. Boikot artis dunia

Fakta bahwa sederet kontroversi meliputi Piala Dunia 2022, maka tak heran Opening Ceremony World Cup di Qatar beberapa waktu lalu pun terasa “sepi” dari penampilan para artis dunia. Menurut info, sederet kontroversi di atas membuat artis atau penyanyi dunia sekelas Shakira hingga Dua Lipa memutuskan boikot secara diam-diam.

Sebelumnya, Shakira dijadwalkan akan tampil dalam pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar, tetapi berubah pikiran pada menit terakhir. Menurut kantor berita Spanyol El Programa de Ana Rosa, pembawa acara Adriana Dorronsoro menjelaskan: "Sudah ada konfirmasi bahwa Shakira tidak akan tampil pada upacara pembukaan. Tetapi mereka tidak mau mengatakan apakah Shakira akan memiliki peran lain sepanjang Piala Dunia."

Menurut catatan Okezone, Diva pop asal Kolombia ini pernah tampil di tiga upacara pembukaan Piala Dunia pada 2006 (Jerman), 2010 (Afrika Selatan) dan 2014 (Brasil). Namun di Qatar, sosok seksi Shakira tak terlihat hadir.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini