Share

Asal-Usul Black Friday, Hari Belanja yang Mengandung Kisah Kelam

Dyah Ratna Meta Novia, Okezone · Jum'at 25 November 2022 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 612 2714967 asal-usul-black-friday-hari-belanja-yang-mengandung-kisah-kelam-162yCpMv5t.jpg Belanja barang diskon (Foto: Shophoj)

SAAT ini Black Friday menjadi hari belanja yang sering dinanti masyarakat terutama penggemar diskonan, tepatnya pada 25 November. Memang Black Friday sering diadakan setiap akhir November dengan penawaran berbagai diskon.

Meski namanya Black Friday ini bukan berarti hari yang menyeramkan penuh dengan kisah horor. Namun justru Black Friday berhubungan dengan hari belanja. Banyak toko menyediakan diskon alias sale besar-besaran untuk menarik minat para pembeli.

 berburu diskon

Sebenarnya Black Friday merupakan bagian dari musim belanja liburan. Diskon ditawarkan di berbagai toko agar masyarakat belanja besar-besaran.

Namun dibalik diskon yang menyenangkan itu, apakah Anda tahu sejarah munculnya Black Friday?

 BACA JUGA:Gajian Nggak Takut Habis kalau Belanja di AladinMall, Ada Diskon s.d 90% + 5% + Gratis Ongkir!

Dilansir dari BBC, Sebenarnya Black Friday pada zaman perbudakan dulu, merupakan hari di mana para pedagang budak akan menjual budak dengan harga diskon untuk membantu para pemilik perkebunan bekerja. Sebab para pemilik perkebunan pasti membutuhkan bantuan ekstra para budak untuk mempersiapkan diri menghadapi musim dingin.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Memang sejarah asli Black Friday tak seindah diskon-diskon yang ditawarkan pada masa kini. Sejarahnya berkaitan dengan perbudakan era 1800-an.

Oleh karena itu di Amerika Serikat, sering terjadi seruan untuk memboikot Black Friday. Sebab sejarah kelamnya yang terkait dengan perbudakan. Namun orang era modern, terutama bagian marketing memanfaatkannya untuk meningkatkan penjualan dengan menawarkan berbagai diskon yang menarik hati!

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini