Share

Ada 4 Negara Lain yang Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Apakah Bakal Hambat Indonesia?

Wiwie Heriyani, MNC Portal · Sabtu 26 November 2022 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 194 2715407 ada-4-negara-lain-yang-daftarkan-kebaya-ke-unesco-apakah-bakal-hambat-indonesia-EPXXRAGmV2.jpg Kebaya. (Foto: Instagram)

ADA 4 negara yakni Singapura, Brunei, Malaysia dan Thailand yang mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya non-benda ke UNESCO. Langkah yang sama memang tengah diambil Indonesia untuk melestarikan kebaya.

Memang, mereka sempat menggandeng Indonesia untuk bersama-sama mendaftakan kebaya ke UNESCO. Namun, Indonesia memilih untuk tidak ikut serta karena ingin mengambil jalur single nation, agar kebaya benar-benar didafrarkan dari negara asalnya.

Ketua Gerakan Perempuan Berkebaya Indonesia, Rahmi Hidayati menilai bahwa langkah yang dilakukan keempat negara tetangga tersebut sebenarnya tidak salah.

“Sebelumnya mereka memang sudah mengajak Indonesia untuk mendaftarkan kebaya ke UNESCO. Tapi kan mau kita, orang-orang Indonesia, kita ya harus melangkah senndiri, apalagi kebaya itu asalnya ya dari Indonesia,” ujar Rahmi saat dihubungi MPI.

Kebaya

Permasalahannya, terdapat pemahaman dan concern berbeda antara masyarakat Indonesia yang ingin mematenkan kebaya, dengan pihak UNESCO yang justru concern dalam pelestarian warisan budaya suatu negara.

Ya, Rahmi menyebut, concern UNESCO bukanlah terkait memberikan hak cipta ataupun pengakuan kepemilikan warisan budaya suatu negara. Namun, bagaimana suatu negara bisa melestarikan warisan budayanya dalam kurun waktu yang cukup lama.

“Kalau melihat sejarah dan segala macamnya, mereka memang sudah berkebaya sejak dulu, kita kan negara berdekatan nih, orang-orang Malaysia itu banyak yang beli kebayanya tuh justru dari Jawa, dari Kalimatan,” tuturnya.

“Sebenarnya kebaya itu kalau dilihat dari sisi sejarahnya ya asalnya dari Indonesia. Tapi nyatanya, concern UNESCO nggak disitu, tapi bagaimana suatu budaya dilestarikan sejak lama,” lanjutnya.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Rahmi juga menyebut, bahwa langkah keempat negara tersebut bisa berdampak besar terhadap langkah Indonesia yang ingin maju sendirian untuk mendaftarkan kebaya ke UNESCO.

Pasalnya, langkah Indonesia untuk menggaungkan Kebaya Goes To UNESCO akan kembali tertunda, sebelum UNESCO memutuskan hasil dan pembuktian dari pendaftaran kebaya yang dilakukan Singapura dan ketiga negara lainnya.

“Cuma kita kan enggak tahu apakah negara-negara yang mengajukan ini bisa membuktikan untuk melestarikan suatu budaya itu, apakah bisa membuktikan bahwa 25 tahun yang lalu orang-orang disana sudah pakai kebaya? Itu mereka berhak untuk mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda kepada UNESCO,” ungkapnya.

Meski begitu, Indonesia bisa saja bergabung dengan keempat negara tersebut untuk mendaftarkan kebaya ke UNESCO. Namun, dengan tak lagi menjadi negara yang satu-satunya memiliki warisan budaya tak benda berupa kebaya, bahkan bisa menjadi negara urutan kelima yang memiliki kebaya sebagai warisan budayanya.

“Jadi kita tetap bisa nih mau bergabung sama mereka, karena sebelumnya sudah didaftarkan atas empat negara ini. Jadi, mereka berhak mendaftarkan, nah kalau mereka mendaftar dan kalau sekarang kita juga mau mendaftarkan, bisa jadi kita ditaruhnya di negara nomor 5,” paparnya lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini