Share

Kedai Teh Ditutup Paksa Akibat Pegawai Telat Ingatkan Konsumen Scan 'Health Code', Endingnya Plot Twist!

Muhammad Sukardi, Okezone · Senin 28 November 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 298 2716517 kedai-teh-ditutup-paksa-akibat-pegawai-telat-ingatkan-konsumen-scan-health-code-endingnya-plot-twist-53V4A4rxIp.jpeg Ilustrasi teh kekinian (Foto: EatingWell)

SATU kedai teh kekinian di Tiongkok ditutup paksa pemerintah karena pegawainya dinilai terlambat mempertanyakan 'health code', di Indonesia 'PeduliLindungi', kepada konsumen saat memasuki kedai teh.

Peristiwa terjadi saat salah seorang petugas pemerintah dari Otoritas Pengatur Pasar masuk ke bubble tea shop tanpa scan barcode sebelumnya. Lalu dia bertanya harga dari salah satu menu yang ada.

Tak menjawab berapa harganya, staf toko malah meminta si pria tersebut untuk memindai 'health code' dulu. Lalu, pria itu merespons cepat, "Telat!". Staf kedai teh kembali meminta kepada si pria untuk scan barcode.

Teh Kekinian

"Saya sudah bilang kamu telat (mempertanyakan health code). Saya ini pegawai dari otoritas pengatur pasar. Kamu semestinya pertanyakan kodemu segera ketika saya masuk," ungkapnya dengan nada agak tinggi, dikutip dari South China Morning Post, Senin (28/11/2022).

"Apakah dia mengecek kodemu?" tanya petugas lainnya. Si pria berjaket biru menjawab, "Tidak, dia tidak mengeceknya." Setelah itu, pria berjaket biru meminta kepada staf kedai untuk perlihatkan ponselnya.

"Tunjukan ke saya ponsel yang Anda gunakan untuk scan kode," kata si pria berjaket biru. "Kamu tidak mengikuti aturan yang berlaku. Kamu tidak memindai atau mengecek kode pengunjung yang datang ke sini," kata petugas lainnya.

"Toko ini harus ditutup sehari," tegas di petugas berjaket biru memberi sanksi.

Setelah mendengar itu, pegawai yang terlihat panik berkata, "Bisakah kalian menunggu? Saya mau hubungi bos saya untuk datang ke sini."

Petugas pemerintah merespons permintaan si perempuan tersebut, "Aku akan meninggalkanmu, jadi kamu bisa pergi setelahnya." "Apakah di sana ada pintu lain? Pintu belakang?" tanya si petugas pemerintah. Staf toko menjawab, "Tidak ada".

Tak menunggu lama, setelah itu para petugas pemerintah ini menempeli restoran tersebut dengan stiker yang sepertinya memberitahu bahwa toko tersebut ditutup.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Petugas pemerintah itu pun meminta kepada staf toko meninggalkan tempat kerjanya segera. "Cepetan! Tinggalkan tempat ini segera," katanya.

Sementara itu, laporan SCMP menyatakan bahwa benar toko bubble tea tersebut tutup 24 jam. Kemudian, dari otoritas setempat mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan kejadian ini. Begini bunyinya,

"Mengenai insiden toko bubble tea baru-baru ini, kami telah menyelesaikan penyelidikan. Petugas kami telah meminta maaf kepada pemilik toko dan telah dimaafkan oleh pemiliknya. Petugas pertama menyalahgunakan kekuasaannya selama proses pemeriksaan.

Perilakunya berdampak negatif pada masyarakat, oleh karena itu, kami telah menghukumnya dan memindahkannya ke tim lain. Dua petugas lainnya juga ditegur. Kami juga telah berbicara dengan manajer departemen untuk memperbaiki proses pemeriksaan mereka." ungkap otoritas wilayah Zhaozhou.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini