Share

Waspada 'Penumpang Gelap' di Bantuan Gempa Cianjur

Kemas Irawan Nurrachman, Okezone · Senin 28 November 2022 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 612 2716601 waspada-penumpang-gelap-di-bantuan-gempa-cianjur-4Yjig23qpS.jpg Catatan Redaksi Okezone (Foto: Dok)

Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat, pada Senin 21 November 2022, masih menyisakan duka yang mendalam. Hingga hari ini, tercatat 321 orang menjadi korban meninggal dalam kejadian tersebut, ribuan orang lainnya mengalami luka-luka.

Hampir sepekan dari kejadian gempa tersebut, seluruh pihak bekerja keras untuk kembali mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat seperti sedia kala. Bantuan serta donasi dari penjuru negeri terus berdatangan untuk meringankan beban warga yang tertimpa musibah.

Belum lama ini, donasi dan bantuan yang diberikan warga ternodai dengan aksi pencabutan label sponsor di tenda pengungsian Ciajur oleh salah satu kelompok massa. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam akun instagramnya, pria yang kerap disapa Kang Emil itu meminta kasus tersebut diselesaikan oleh aparat Kepolisian. Dia pun menyayangkan aksi kelompok bersikap demikian.

"Walaupun kita tidak bersaudara dalam keimanan, kita tetaplah bersaudara dalam kebangsaan dan kemanusiaan," tulis Ridwan Kamil.

Kang Emil menyebut, bantuan kemanusiaan tidak boleh diberi stempel negatif ketika datang dari kelompok tertentu. "Karena Sila ke-2 Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, harus dijunjung dengan baik dan dipraktikan dengan bijak," tulisnya.

Memang aksi ekstrem yang dilakukan kelompok tersebut bisa menciderai niat kemanusiaan dari elemen masyarakat yang ingin membantu. Namun hal ini juga tetap harus diwaspadai terhadap 'penumpang gelap' yang ingin mencari simpati dari warga.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Seperti diketahui, Indonesia pada tahun 2024 akan menggelar pesta demokrasi. Tahun tersebut dipilihnya presiden dan wakil presiden yang akan menjalankan roda pemerintah untuk 5 tahun ke depan.

Tidak dapat dipungkiri, tahun 2022 juga menjadi tahun 'panas' dalam perhelatan politik. Pasalnya, proses demokrasi sudah dimulai. Sebut saja tahap pendaftaran parta politik, verifikasi partai politik, hingga sosialisasi calon presiden.

Tak jarang, partai sudah turun ke jalan untuk sekadar menunjukkan eksistensinya, dan mencoba menarik pemilih. Hal inilah yang kadang di lapangan menjadi 'nyaru' saat memberikan bantuan di lokasi bencana atau lokasi lainnya yang memiliki unsur kemanusiaan.

Di sini pentingnya Panwaslu dan unsur terkait untuk tetap menjaga marwah kemanusian tidak bercampur aduk dengan unsur politik. Jangan sampai ada 'Penumpang Gelap' di Bantuan Gempa Cianjur atau bantuan lainnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini