Share

Pentingnya Semua Pihak Ikut Kurangi Sampah Plastik

Tim Okezone, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 23:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 612 2718772 pentingnya-semua-pihak-ikut-kurangi-sampah-plastik-QHH2ifkHY4.jpg Mengurangi sampah plastik (Foto: Phys)

SAMPAH plastik hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat dari 68,5 juta ton limbah sebanyak 11,6 juta ton adalah sampah plastik (2021).

Oleh karena itu, sejak tahun 2017 Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menekan sampah plastik di lautan hingga 70 persen di tahun 2025.

 sampah plastik

Guna mengurangi sampah plastik, dilakukan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), dan Pemprov DKI Jakarta berhasil mengurangi penggunaan kantong plastik di Pasar Tebet Barat. Tercatat selama periode 2019 hingga 2021, pengurangannya mencapai 6% kantong plastik berukuran kecil dan kantong besar 11%. Kini GIDKP tetap gencar melakukan upaya perubahan perilaku agar penggunaan kantong plastik sekali pakai terus berkurang di Pasar Tebet Barat dengan menggandeng Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat 'Aisyiyah.

 BACA JUGA:Jangan Tergoda Diskon, Tunda Belanja Pakaian 3 Bulan Kurangi Sampah Fashion yang Rusak Lingkungan

Tidak hanya pedagang dan konsumen, masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam program kali ini. Rahyang Nusantara selaku Koordinator Nasional GIDKP mengungkapkan, gerakan mengurangi sampah plasti perlu dilakukan bersama. Hal itu juga didukung oleh GIZ melalui Religious Matters yang bertujuan mendorong perubahan perilaku pada program Pasar Bebas Plastik dengan pendekatan agama.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Penduduk Indonesia mayoritas muslim sehingga kerja sama kami dengan LLHPB PP ‘Aisyiyah juga sangat tepat karena (mereka) merupakan bagian dari organisasi Islam terbesar di Indonesia (Muhammadiyah)," kata Rahyang Nusantara.

Melalui upaya ini, lanjutnya, mereka berupaya mengangkat pesan terkait kampanye bebas plastik dalam setiap kegiatan dengan nilai-nilai keislaman.

Hening Parlan selaku ketua Divisi Lingkungan Hidup LLHPB PP Aisyiyah menambahkan kalau masalah kerusakan iklim ini saja tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sains, maka saatnya berperan untuk menjaga bumi dari kerusakan iklim dengan pendekatan spiritual.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini