Share

Berkaca dari Kejadian Gempa Cianjur, Pentingkah Label Nama Komunitas saat Beri Bantuan?

Syifa Fauziah, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 612 2718851 berkaca-dari-kejadian-gempa-cianjur-pentingkah-label-nama-komunitas-saat-beri-bantuan-hJbWAjWgZX.JPG Indra Wu di Podcast Aksi Nyata, (Foto: Youtube Partai Perindo)

BELUM lama ini publik sempat dikejutkan dengan ramainya aksi pencopotan label gereja yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) di tenda bantuan untuk korban gempa Cianjur.

Kejadian tersebut membawa keprihatinan banyak orang dan sangat disayangkan. Pemberian bantuan yang diniatkan untuk kemanusiaan, dan meringankan beban pemberitaan korban, justru ditanggapi negatif oleh beberapa oknum.

Lantas sebenarnya pentingkah pemberian label suatu komunitas saat memberi bantuan bencana? Wakil Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan DPW Partai Perindo DKI Jakarta, Indra Wu mengatakan jika pemberian sumbangan organisasi atau kelompok, ia menilai memang harus menggunakan label. Mengapa demikian?

“Karena di belakang mereka itu ada donatur. Misalnya tim Perindo di belakangnya ada donatur harus ada label, kalau enggak pakai label nanti asumsinya negatif,” jelas Indra Wu dalam Podcast Aksi Nyata di kanal Youtube Partai Perindo, Kamis (12/1/2022).

“Kecuali perorangan, itu enggak harus pakai label. Kalau pakai label etikanya enggak bagus dianggap pamer, kalau organisasi ya harus karena ada pertanggung-jawaban,” tegasnya.

Lebih lanjut, Indra menjelaskan sebetulnya pemberian label identitas komunitas itu penting dibuat juga untuk meminimalisir tindakan korupsi.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

“Donasi buat bencana alam itu riskan korupsi, kalau enggak ada label, misalnya sekarang kita yang memberi bantuan itu enggak bisa turun ke lapangan, kita kasih (donasi) ke organisasi kan kita mau tahu kemana duit kita. Kok enggak ada label,” jelas Indra panjang lebar.

Indra Wu pun memiliki pengalaman saat dirinya memberikan bantuan ke yayasan panti asuhan dan panti jompo. Saat dia memberi donasi dengan uang pribadi, dia tidak memakai label, tapi ketika dititipkan dari donatur, dia memberi label.

“Contohnya ketika pas bencana Palu, ada donatur kasih dan ke saya dan saya kasih label. Saya bilang ke mereka (penerima bantuan), di balik saya ada donatur harus saya kasih label dan difoto. Saya ada tanggung jawab ada nama dan harus dipublikasikan. Jadi menurut saya, kalau organisasi buat label 100 persen harus,” tutupnya.

 BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Viral Video Ormas Copot Label Gereja di Tenda Bantuan Gempa Cianjur, Indra Wu: Saya Sedih

BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Perkembangan Teknologi Permudah Musisi Perkenalkan Karya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini