Share

5 Penyesalan Terbesar ketika Orang Memutuskan Bercerai

Adinda Fahrani, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2022 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 612 2722402 5-penyesalan-terbesar-ketika-orang-memutuskan-bercerai-B3zcRrW2uW.jpg Ilustrasi Bercerai. (Foto: Shutterstock)

DATA Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pada 2022 menunjukkan terdapat 447.743 kasus perceraian sepanjang 2021. Angka ini melonjak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kasus perceraian yang terjadi di Indonesia memang terbilang cukup tinggi, provinsi di Jawa menjadi provinsi dengan kasus perceraian paling tinggi di Indonesia. Psikolog Universitas Michigan Dr. Terri Orbuch, ia mengumpulkan data dari 373 pasangan, yang 46 persen di antaranya kemudian bercerai setelah tahun pertama menikah.

Dia menemukan bahwa kebanyakan orang yang bercerai akan mengalami lima penyesalan ini, seperti dilansir pada lama Your Tango, berikut penjelasannya.

Cerai

Tidak cukup sering menunjukkan kasih sayang dan perhatian

Hal kecil sekadar memuji pasangan dengan mengatakan “I love you” atau hanya menggenggam tangannya saat berjalan bersama akan sangat berarti bagi pasangan. Dalam sebuah pernikahan sangat penting untuk menunjukkan dukungan kepada pasangan dan membuat ia tahu bahwa dirinya dicintai.

Tidak bicara tentang uang

Uang adalah sumber konflik nomer satu di sebagian pernikahan, untuk itu bicara dan diskusikanlah masalah-masalah keuangan dengan pasanganmu. Jangan sampai uang membuat perselisihan antar pasangan yang menyebabkan ketegangan. Buatlah keputusan bersama sebelum melakukan sesuatu yang berkaitan dengan uang.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Tidak melepaskan masa lalu

Psikolog Dr. Orbuch percaya bahwa untuk terlibat hubungan sehat dengan pasangan, kamu perlu melepaskan masa lalu. Hal ini kemudian mempengaruhi hubunganmu dengan pasangan, termasuk tidak bisa mengampuni kesalahan pasangan, atau cemburu berlebihan terhadap pasangan, hingga pengalaman masa kecil yang membuat seseorang sulit untuk mempercayai pasangannya.

Menyalahkan orang lain

Ketika suatu permasalahan terjadi yang menyebabkan pertengkaran hingga berujung pada sikap saling menyalahkan, itu hanya akan memperburuk keadaan. Cobalah untuk berdiskusi untuk menyelesaikan masalah itu, mintalah pandangan pasangan kamu tentang masalah tersebut. Fokuslah untuk menyelesaikan masalahnya dan tidak saling menyerang.

Tidak berkomunikasi secara efektif

Sebanyak 41 persen responden mengatakan bahwa komunikasi adalah faktor nomor satu yang akan mereka perbaiki saat membangun hubungan yang baru nanti. Sebab kurangnya komunikasi menjadi faktor terbesar dalam dorongan untuk bercerai. Dr.Orbuch mengatakan pasangan perlu mengungkapkan lebih banyak tentang diri mereka untuk menjaga komunikasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini