Share

Ini Alasan Para Tamu Undangan Dilarang Keras Pakai Batik Bermotif Parang Lereng Pada Saat Resepsi Kaesang-Erina

Rina Anggraeni, Okezone · Kamis 08 Desember 2022 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 612 2723199 ini-alasan-para-tamu-undangan-dilarang-keras-pakai-batik-bermotif-parang-lereng-pada-saat-resepsi-kaesang-erina-bamsm1ivGV.jpg Ilustrasi (Foto: Instagram)

INI dia alasan para tamu undangan dilarang keras pakai batik bermotif Parang Lereng pada saat resepsi Kaesang-Erina memang menarik diulas.

Panitia pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono mewanti-wanti para tamu agar tidak menggunakan batik motif parang dan lereng.

Kaesang

Ini dia alasan para tamu undangan dilarang keras pakai batik bermotif Parang Lereng pada saat resepsi Kaesang-Erina berlaku akan menghadiri pesta Ngunduh Mantu di Pura Mangkunegaran, pada Minggu 11 Desember 2022.

Juru Bicara Pernikahan Kaesang-Erina, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, aturan tersebut datang dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegoro (MN) X.

Dilansir dari Goodnewsfromindonesia.id, batik parang merupakan salah satu motif tertua. Parang berasal dari kata pereng, artinya adalah โ€˜lerengโ€™. Pereng atau perengan merepresentasikan garis menurun secara diagonal.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Situs Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menuliskan, Sultan Agung Hanyokrokusumo merupakan raja Mataram Islam yang memerintah pada tahun 1613โ€”1645. Pada masa Mataram Islam, motif parang hanya boleh digunakan oleh para raja dan keturunannya (sentana).

Namun, seiring waktu berjalan, masyarakat juga menggunakan batik dengan motif parang. Setelah masa kemerdekaan Indonesia, aturan penggunaan motif batik tersebut mengalami pelonggaran. Namun, motif parang masih menjadi motif yang ditinggikan di lingkungan Keraton Surakarta, Yogyarakta, Mangkunegaran, dan Pakualaman.

Selain motif tertua, parang juga mengandung makna yang mendalam. Motif tersebut melambangkan petuah untuk tidak pernah menyerah. Hal tersebut layaknya ombak di lautan yang tak pernah berhenti bergerak.

Motif bataik parang memiliki makna jalinan yang tidak pernah terputus. Hal tersebut tampak dari bentuk seperti โ€œSโ€ yang tak terputus. Jalinan tak terputus tersebut berkaitan dengan upaya memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, dan jalinan kekeluargaan.

Garis diagonal menjadi lambang penghormatan dan cita-cita, serta kesetiaan terhadap nilai yang sebenarnya. Pola parang memiliki dinamika yang disebut sebagai lambang ketangkasan, kewaspadaan, dan kontituinitas antarpekerja.

Sesuai perkembangan zaman, batik parang memiliki beragam jenis, yaitu parang barong, parang kusumo, parang rusak, parang curigo, parang pamor, parang tuding, parang centung, parang klitik, dan masih banyak lagi.

Semua jenis parang ini sudah mempunyai makna sendiri. Masing-masing berbeda penggunaannya yang menunjukkan status orang yang memakainya. Itulah makna filosofis dan sejarah batik parang yang menarik untuk diketahui. Sebagai warisan budaya sangat penting dan bangga memakai batik yang kini telah mendunia.

ย (RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini