Share

Ternyata Anak Tak Suka Makan Sayuran Ada Warisan dari Orangtua Loh

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 298 2724087 ternyata-anak-tak-suka-makan-sayuran-ada-warisan-dari-orangtua-loh-qOcTIKSR8S.jpg Ilustrasi Sayuran. (Foto: Shutterstock)

ANAK kamu sulit makan sayuran? Masalah ini mungkin banyak dihadapi oleh banyak orangtua. Memang banyak cara untuk mengakali agar anak mau makan sayuran.

Tapi, tahukah kamu bahwa sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa tidak suka sayur rupanya dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Meski agak mengherankan untuk dipercaya, para peneliti di Universitas Kentucky, Amerika Serikat, percaya bahwa gen tertentu membuat senyawa dalam beberapa sayuran terasa pahit bagi sebagian orang.

Akibatnya, orang-orang ini cenderung menghindari sayuran bergizi. Pada akhirnya, hal ini akan memengaruhi pola makan sehat seseorang.

Lalu, mengapa genetik menjadi penyebab seseorang tidak suka sayur? Manusia dilahirkan dengan dua salinan gen perasa yang disebut TAS2R38. Mereka yang mewarisi keduanya disebut AVI, yang tidak peka terhadap rasa pahit.

Namun, ada kelompok orang yang mewarisi satu salinan AVI dan satu salinan PAV. Kelompok ini sangat sensitif terhadap rasa pahit di sayuran. Orang yang memiliki gen PAV lebih dari 2 1/2 kali kemungkinan sangat sedikit mengonsumsi sayuran.

Sayuran

Kendati penelitian terbaru mengungkapkan bahwa faktor genetik membuat kamu tidak suka sayur, itu bukan alasan untuk menghindari makanan ini.

Ingatlah bahwa sayuran mengandung sejumlah nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan. Sebut saja serat, folat, vitamin C, vitamin K, vitamin A, vitamin B, kolin, dan zat besi. Saat kekurangan salah satu nutrisi tersebut, misalnya zat besi, kamu bisa mengalami anemia.

Tak hanya itu, malas makan sayur juga dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti dilansir dari KlikDokter:

- Berat badan naik

- Sulit buang air besar atau sembelit

- Memicu kanker

- Meningkatkan kadar gula darah

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, paparan yang berulang terhadap rasa pahit pada sayur memicu perubahan protein pada air liur. Hal ini jadi membuatmu lebih โ€œkebalโ€ terhadap rasa pahit tersebut. Oleh sebab itu, faktor kebiasaan atau pola makan sehat sehari-sehari juga berperan penting dalam membuat seseorang suka sayur.

Sebagai contoh, saat berada di rumah, anak tidak dibiasakan makan sayur setiap hari. Apabila kebiasaan ini bertahan, anak pun akan menolak sayuran hingga dia dewasa. Selain adanya pengaruh dari lingkungan, keinginan untuk makan sayur seharusnya timbul dari diri sendiri.

Ingatlah, jangan hanya mau makan sayur saat sedang sakit atau merasa tidak fit. Hal ini justru membuat kamu tidak terbiasa dengan makan sayur. Kamu bisa mengolah sayur menjadi sup, salad, lalapan, atau dicampur dengan bahan makanan lain menjadi gado-gado.

Kurangi juga asupan junk food dan fast food. Makanan yang memiliki cita rasa kuat ini diyakini bisa membuatmu jadi malas untuk makan sayur. Jadi, seseorang yang tidak suka makan sayur memang bisa disebabkan oleh faktor genetik. Namun, kebiasaan yang dibentuk sejak dini serta faktor lingkungan ikut berperan.

Sebagai orang tua, biasakanlah anak untuk makan sayur. Orang tua bisa memulainya dari diri sendiri. Saat anak melihat orang tuanya rutin mengonsumsi sayur, lama-lama dia akan tertarik juga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini