Share

Penggiat Batik: Motif Parang Tak Cocok untuk Kondangan

Muhammad Sukardi, Okezone · Sabtu 10 Desember 2022 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 10 194 2724395 penggiat-batik-motif-parang-tak-cocok-untuk-kondangan-lyjT3ciljx.jpg Batik sekar jagad (Foto: Sindonews)

TAMU undangan pernikahan Kaesang Pangarep dilarang menggunakan kain batik parang. Ini terkait dengan aturan keraton Solo yang mana motif tersebut hanya boleh dipakai oleh raja dan keluarga, serta kerabatnya.

Motif parang punya status tinggi di Tanah Jawa. Tidak sembarang orang menggunakannya, pun pemakaiannya juga tidak bisa asal tempat.

Menurut Desainer Motif Batik dan Penggiat Batik Tulis Pewarna Alami, Agnes Dwina Herdiasti, motif parang kurang etis dikenakan ke acara pernikahan.

Penggiat Batik

"Begitu istimewa dan agungnya motif parang, membuat motif ini tidak cocok untuk acara-acara perayaan seperti nikahan. Makanya, motif parang tidak cocok untuk kondangan," kata Agnes pada MNC Portal, Sabtu (10/12/2022).

Ini berkaitan juga dengan aura yang terpancar dari motif parang itu sendiri. "Parang itu beraura pemimpin, yang mengemban tanggung jawab pada rakyat, ini tidak sefrekuensi dengan perayaan suka cita pernikahan," tambah Agnes.

Lantas, kapan motif parang biasanya dipakai oleh raja?

Batik Parang

Agnes menjelaskan, motif parang biasanya dipakai oleh raja di acara-acara resmi berkaitan dengan tugas resmi keratonan, misalnya saat menerima tamu pemerintah dan acara sejenisnya.

"Saat acara Jumenengan Sultan Hamengkubuwono X, beliau mengenakan Parang Barong, jenis parang terbesar yang ada," katanya.

Lalu, motif apa yang Agnes rekomendasikan untuk dipakai di acara perayaan pernikahan?

Batik Sekar Jagad

(Batik motif sekar jagad, Foto: Instagram/@saudagarbatiknusantara)

Salah satu yang cocok dipakai untuk kondangan atau perayaan pernikahan adalah motif Sekar Jagad. "Motif ini bagus untuk acara perayaan seperti pernikahan, makanya para sesepuh di acara siraman Kaesang mengenakannya," ungkapnya.

Motif Sekar Jagad sendiri menurut Nian S. Djoemena (1990) melambangkan keindahan dan kedamaian. Berasal dari kata sekar yang artinya bunga dan jagad adalah alam semesta.

Motif ini juga mengandung makna kecantikan dan keindahan. Makanya, siapapun yang mengenakan kain motif sekar jagad itu bisa memaksimalkan tampilannya di depan umum.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini