Share

Mengulik Wine Tertua di Dunia, Usianya Sekitar 1.700 Tahun!

Raden Yusuf Nayamenggala, MNC Portal · Senin 16 Januari 2023 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 16 298 2747228 mengulik-wine-tertua-di-dunia-usianya-sekitar-1-700-tahun-dEh6eGXBfY.jpg Wine tertua di dunia. (foto: IFL Science)

DI Museum Sejarah Palatinate di Speyer, Jerman, terdapat sebotol wine yang usianya dikabarkan sekitar 1.700 tahun. Karena itu, Wine tersebut digadang-gadang merupakan yang tertua di dunia.

Bila melihat isi wine tersebut, memang terlihat mencurigakan. Tapi, mungkin tidak membuat yang meminumnya akan sakit, meski teksturnya cukup membuat bergedik atau bahkan bisa bikin sakit perut.

Wine tertua

Wine bernama Romische Wein von Speyer atau Wine Speyer, diambil dari kuburan Romawi di tahun 1867. Botol yang isinya masih utuh tersebut, kabarnya disegel dengan lilin, bukan dengan gabus yang akan membusuk.

Penemuan tersebut menandakan, bahwa dahulu kala cara pengemasan anggur kemungkinan sama dengan botol tersebut.

Karena berusia sekitar 1.700 tahun, cairan tersebut kemungkinan besar akan kehilangan semua kualitas alkoholnya, hingga membentuk binatang anggur. Namun, belum ada yang bisa memastikan dengan pasti apa isi botol tersebut saat ini, karena, banyak orang yang takut untuk membukanya.

Banyak keraguan untuk membuka anggur Speyer tersebut, karena para ahli tidak yakin apakah cairan itu akan bertahan di botol dalam waktu yang sangat lama.

"Tidak jelas apa yang akan terjadi jika udara masuk ke dalam anggur, meskipun usia botolnya luar biasa, tapi isinya sangat stabil," kata Ludger Tekampe, kepala departemen yang bertanggung jawab untuk menyimpannya, kepada The Local .

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Botol berkapasitas 1,5 liter tersebut, dihiasi dengan pegangan yang terinspirasi lumba-lumba, dan diperkirakan berasal dari tahun 325 M. Botol tersebut ditemukan di samping beberapa botol anggur yang hancur dan diberikan sebagai barang kuburan yang disimpan di dalam makam romawi.

Mengenai apakah isi dari wine tersebut masih bisa dan layak dikonsumsi atau tidak, Profesor Monkia Christmann mengatakan bahwa secara mikrobiologis wine tersebut kemungkinan tidak akan rusak.

"Secara mikrobiologis Wine tersebut mungkin tidak akan rusak, tapi mungkin tidak membawa 'kegembiraan' ke langit-langit mulut," tutur Profesor Monkia Christmann seperti yang dikutip dari IFL Science.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini