Share

Sering Dikira Jerawat, Begini 5 Gejala Milia

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Jum'at 20 Januari 2023 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 20 611 2750219 sering-dikira-jerawat-begini-5-gejala-milia-71jAyABrR1.jpg Ilustrasi Milia. (Foto: Highend)

BANYAK orang kerap salah mendiagnosis jerawat dengan milia. Memang, milia nampak seperti jerawat yang belum matang, karena bintil yang cukup mirip. Tapi, ada perbedaan besar antara jerawat dan milia.

Milia sendiri adalah bintik-bintik putih kecil yang biasanya muncul di area hidung, bawah mata, dan pipi. Meski sering terjadi pada bayi baru lahir, orang dewasa juga bisa mengalami kondisi ini.

Jika menemukan bintik-bintik di permukaan kulit, kamu tak perlu khawatir. Milia bukanlah penyakit berbahaya atau menular. Bahkan, bisa hilang sendiri tanpa perawatan khusus. Terdapat sejumlah gejala milia yang penting untuk diketahui. Kira-kira apa saja? Yuk simak ulasan lengkapnya seperti dilansir dari KlikDokter.


Timbulnya Komedo di Kulit

Gejala milia lainnya adalah muncul komedo akibat keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Umumnya, komedo pada milia berwarna putih dan sulit untuk disentuh langsung. Penyakit kulit milia bisa terjadi pada semua etnis dan usia. Namun, kasus milia sering terjadi pada bayi baru lahir.

Milia

Muncul Benjolan Kecil

Ciri-ciri milia yang pertama dan sangat mudah terlihat adalah munculnya benjolan kecil atau bintil pada kulit. Benjolan kecil ini biasanya berisi nodul cairan yang terjadi karena sel kulit mati terperangkap di bawah permukaan kulit.

Secara alami, tubuh akan membentuk sel-sel baru pada kulit. Namun, jika sel-sel lama tidak terkelupas dan masih tertahan di kulit, maka sel baru akan mendorongnya keluar. Inilah penyebab terbentuknya milia. Milia juga bisa terjadi karena kerusakan kulit akibat ruam, cedera, hingga paparan sinar matahari.

Syringomas

Tanda milia lainnya yang mungkin terjadi adalah muncul syringoma. Syringoma adalah benjolan keras serupa jerawat yang terbentuk dari hasil pertumbuhan kelenjar keringat berlebih. Namun, benjolan ini tidak berbahaya bagi tubuh.

Lokasi munculnya syringoma juga mirip dengan milia, yaitu sekitar area wajah. Menurut penjelasan dr. Arina, syringoma juga bisa muncul di beberapa bagian tubuh seperti leher, dada, sampai ke area kaki.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Keratosis Seboroik

Keratosis seboroik adalah benjolan serupa kutil yang biasa terjadi akibat penuaan. Umumnya benjolan ini mengandung struktur putih atau kuning kecil yang disebut milia-like cysts (MLCs).

Terkadang, keratosis seboroik juga disebut tumor epidermal. Secara teknis, tumor epidermal muncul karena kumpulan sel ekstra pada epidermis, lapisan luar kulit. Keratosis seboroik tidak berbahaya dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun, jika merasa terganggu, kamu bisa menghubungi dokter kulit untuk perawatan lebih lanjut.

Itulah berbagai gejala milia yang perlu kamu ketahui. Pada dasarnya, kemunculan milia tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika merasa mengganggu penampilan, kamu bisa konsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan perawatan.

Xanthelasma

Berdasarkan penjelasan dr. Arina Heidyana, gejala munculnya milia bisa mirip dengan beberapa kondisi kulit lain, salah satunya xanthelasma. Selain lokasi munculnya, milia dan xanthelasma memiliki kesamaan lain, yaitu bentuk bintil yang cukup mirip.

“Xanthelasma adalah plak berwarna kekuningan dan umumnya muncul di kelopak mata. Plak ini adalah gumpalan lemak dari kolesterol di bawah kulit,” jelas dr. Arina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini