Share

Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi, Ini Cara Pencegahannya!

Heru Haryono, Jurnalis · Sabtu 11 Juni 2022 09:25 WIB

Dokter gigi sedang memeriksa kesehatan gigi kepada seorang pasien di Jakarta. Menurut drg. Andy Wirahadikusumah, Sp. Pros – Prosthodontics Specialist dan dokter gigi dari Pepsodent Dental Expert Center x Tooth&Co Dental Clinic meminta masyarakat agar tidak menunda perawatan atau pengobatan gigi demi mencegah kondisi sakit gigi yang semakin parah. Sebab jika sakit gigi makin parah maka membuat proses pengobatan menjadi lebih kompleks bahkan biaya lebih mahal.

 

Padahal, kata drg Andy, langkah pencegahan masalah gigi dan mulut yang sederhana bisa dilakukan sejak awal. Pencegahan tersebut antara lain menyikat gigi secara rutin dua kali sehari dengan cara yang baik dan benar, serta ditambah dengan kontrol rutin atau dental check up setiap enam bulan sekali walaupun tidak ada keluhan.

 

Dan para dokter gigi yang tergabung dalam PDGI melakukan program kampanye “Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi, #KonsultasiGigiSekarang”, pentingnya kesehatan mulut dan gigi, para dokter gigi menyarankan masyarakat memeriksakan giginya setiap enam bulan sekali.

 

“Minimal (rutin datang ke dokter gigi) untuk dilakukan pembersihan karang gigi. Itu sebetulnya sudah suatu langkah pencegahan yang sangat baik,” katanya.

 

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 oleh Kemenkes, sebanyak 94,9 persen masyarakat perkotaan tidak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir.

Masih menurut Riskesdas, dari 57 persen masyarakat yang mengalami permasalahan gigi dan mulut, hanya 10,2 persen yang berkunjung ke dokter gigi.

 

Kembali ke drg Andy, setidaknya terdapat dua tipe pasien, yaitu pasien yang memang rajin berkunjung ke dokter gigi walau tidak mengalami masalah pada kesehatan gigi dan mulut serta pasien yang datang ke dokter gigi dalam keadaan sudah sakit.

 

Ia mengatakan masih banyak masyarakat yang merasa lebih baik datang ke dokter gigi ketika sudah sakit karena beranggapan dapat mengeluarkan biaya yang murah daripada harus rutin kontrol.

 

Justru sebaliknya, kata dia, biaya untuk pengobatan dan perawatan menjadi lebih mahal jika pasien sudah mengalami permasalahan gigi dan mulut.

(Heru Haryono)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini