Share

Mengenal Myopia Atau Mata Minus Pada Anak dan Cara Pencegahannya

Heru Haryono, Jurnalis · Sabtu 26 November 2022 08:45 WIB

Lens Expert Hoya Lens Indonesia Marco Djukin (kiri) bersama Marketing Assistant Manager Hoya Lens Indonesia Nihla Azkiya (kedua kiri), Dokter Spesialis Mata Zoraya A Feranthy (kedua kanan) dan Aktor Lukman Sardi (kanan)  saat peluncuran Lensa Miyosmart di Jakarta, Rabu (23/11/2022). 

 

Pandemi Covid-19 yang terjadi diperkirakan membawa dampak yang sangat signifikan terhadap peningkatan angka penderita myopia pada anak-anak khususnya usia sekolah. Hal ini dikarenakan adanya perubahan gaya hidup dan perilaku akibat pembatasan aktivitas selama pandemi, salah satunya banyak kondisi yang membuat anak harus banyak berinteraksi dengan layar ponsel maupun komputer serta menurunnya aktivitas luar ruangan. 

 

Myopia atau yang sering dikenal dengan mata minus atau rabun jauh adalah salah satu gangguan mata yang sering terjadi dan menyebabkan kesulitan melihat benda jarak jauh secara jelas. Ciri myopia pada anak dapat ditunjukkan dari performa yang mulai menurun di sekolah dikarenakan kesulitan fokus saat menatap papan tulis, hingga sering menyipitkan mata apabila melihat objek jarak jauh. 

 

Myopia termasuk masalah kesehatan global yang kasusnya terus bertambah hingga saat ini. Bahkan, para ahli di memperkirakan bahwa setengah populasi dunia akan terkena myopia pada tahun 20501 . Myopia pada anak dapat menjadi berbahaya jika tidak dirawat secara tepat. 

 

Selain mengganggu aktifitas harian mereka, myopia juga mengganggu kualitas penglihatan anak. Bahkan, pertumbuhan mata minus yang tidak terkontrol memiliki risiko terjadinya komplikasi penyakit mata lain di kemudian hari. Banyak yang belum mengetahui bahwa myopia dapat dikontrol pertumbuhannya, tidak hanya dikoreksi. Kini, terdapat beberapa opsi kontrol myopia, salah satunya adalah dengan menggunakan lensa kacamata khusus terapi myopia.

 

Diungkapkan Dokter Spesialis Mata dr. Zoraya A. Feranthy, Sp.M pada acara konferensi pers, selain melakukan terapi kontrol myopia, orang tua yang memiliki anak dengan riwayat myopia juga harus mengajak serta membiasakan anak untuk lebih banyak melakukan aktivitas luar ruangan. Berdasarkan hasil penelitian, hal tersebut diyakini dapat memperlambat perkembangan myopia. Selain faktor genetik, faktor lingkungan pun menjadi salah satu yang mendominasi terjadinya mata minus pada anak seperti membaca terlalu dekat, melihat layar smartphone atau televisi terlalu lama dan sedikitnya waktu aktivitas di luar ruangan turut meningkatkan risiko terjadinya myopia.

 

MiYOSMART dari HOYA Vision Care merupakan opsi kontrol myopia berupa lensa kacamata untuk menahan pertumbuhan mata minus pada anak yang Efektif (dengan teknologi D.I.M.S. yang telah teruji klinis), Aman (tidak menyentuh organ mata secara langsung, bahan lensa tahan bentur, dan dilengkapi perlindungan sinar UV), dan Mudah (penggunaan serta adaptasi yang mudah).

 

Pasangan public figure Lukman Sardi dan Lia Lukman membagikan pengalamannya dalam merawat anak mereka yang terkena myopia, bagi orangtua yang anak-anaknya mengalami myopia harus terus diingatkan untuk membatasi penggunaan layar/gadget, mulai ajak anak-anak lebih banyak bermain diluar, dan yang tidak kalah penting, bagi orangtua, mulai mencari tahu tentang opsi kontrol myopia yang paling nyaman, tepat, dan risiko-nya paling kecil untuk anak. 

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

(Heru Haryono)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini