Kiat Sukses Membuat Anak Mau Belajar

Minggu 22 April 2012 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 21 483 615920 WUCuGoue9j.jpg Anak belajar (Foto: Corbis)

ANAK mau belajar dengan senang hati memang dibutuhkan usaha keras dari orangtua. Siasati dengan trik ini agar impian menjadikan anak pandai menjadi kenyataan.
 

Berikut ini kiat membuat anak mau belajar, seperti dijelaskan  Efnie Indrianie, M.Psi.

 

Belajar Sambil Bermain

 

Prinsip belajar anak kelas rendah (kelas 1-3 SD) masih sama dengan cara belajar anak TK, yaitu belajar sambil bermain. Tapi untuk anak SD, pilihlah permainan yang lebih konstruksif. Misal, “Tolong ambilkan Ibu 2 buah apel. Nah, di tangan Ibu sudah ada 1 buah jeruk. Jadi Ibu punya berapa apel dan jeruk sekarang?” Suasana belajar pun tak perlu harus serius. Jadi tak selalu harus belajar di belakang meja, bisa di dapur, di taman dll.

 

Memanfaatkan PR

 

Meski pemberian PR masih pro-kontra, namun selama tidak berlebihan, pekerjaan rumah ini bisa memberi manfaat bagi si kecil. Anak dapat mengulang kembali pelajaran yang sudah didapat saat di sekolah. Selain itu Moms juga dapat mengetahui apakah sang buah hati sudah memahami materi yang sudah diajarkan di sekolah.

 

Berikan Support

 

Dukungan sangat diperlukan, utamanya saat anak menghadapi masa-masa sulit di sekolah. Bentuknya bisa sangat sederhana, misalnya ketika anak memeroleh nilai buruk, Moms jangan langsung memarahinya atau memberikan “label” anak bodoh. Sebaiknya, luangkan waktu untuk mendiskusikan masalah tersebut bersama anak dan berikan solusinya.  

 

Jadilah Model

 

Saat si kecil sedang belajar, Moms jangan menonton televisi atau tidur-tiduran. Usahakan saat si kecil belajar orangtua jangan terlihat santai. Bisa-bisa anak merasa diperlakukan tidak adil. Sebaiknya orangtua menemani anak sambil membaca koran atau buku. Dengan demikian anak akan mendapat panutan yang baik.

 

Tetapkan Jam Belajar 

 

Buat kesepakatan dengan si kecil tentang jam belajar. Misal, satu jam saat sore hari atau satu jam setelah makan malam. Namun, jadwal harus disesuaikan dengan mempertimbangkan jam sekolahnya. Beri anak waktu untuk istirahat sebelum belajar. Dan saat waktunya belajar, anak harus diberi pengertian bahwa rentang waktu itu harus diisi hanya untuk kegiatan belajar. Artinya ia tidak boleh nonton tv atau bermain game. (Sumber: Mom & Kiddie)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini