Share

Katinon Sebabkan Jantung Berdebar hingga Stroke

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Senin 04 Februari 2013 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2013 02 04 482 756066 Pn85L52uGQ.jpg Raffi Ahmad (Foto: Egie/Okezone)

NARKOBA yang ditemukan di rumah artis Raffi Ahmad mengandung zat bernama metilon dan katinon. Katinon atau nama latinnya yakni cathinone (katinona) di mana struktur kimianya mirip amfetamin, ternyata memiliki efek samping yang berbahaya.

Ketua Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) DR.dr. Nafrialdi, PhD, SpPD, SpFK mengatakan, kandungan zat tersebut berasal dari tumbuhan di Timur Tengah, tepatnya di Arab Saudi. Namun karena disalahgunakan, maka beralih menjadi narkoba jenis psikotropika.

Nafrialdi menilai, kandungan katinon baru terangkat ke permukaan karena disalahgunakan. Di Amerika, kata dia, sudah dilarang sejak 2010.

"Di Kanada dilarang, sementara di Israel boleh," ujarnya saat berbincang dengan Okezone di Depok.

Efek lainnya, kata dia, karena langsung menuju saraf pusat, maka di sistem kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah menjadi lebih cepat. Selain itu, mampu merangsang jantung berdebar-debar lebih cepat, serta membuat tensi tinggi.

"Bisa terjadi kelainan jantung, ginjal, pembuluh darah pecah, hingga bisa stroke," tegasnya.

Pengaruh katinon, lanjut Nafrialdi, bisa empat hingga enam jam. Dia mengungkapkan, diduga grup ekstasi jenis baru itu beredar di pasar gelap.

"Selundupan pasti, black market. Saya juga enggak tahu darimana biasa didapat, jadi bukan zat baru, banyak yang kaget karena artis. Dan zat itu bukan obat," ungkapnya.

Zat tersebut, kata dia, bisa dideteksi melalui tes urin dan juga bisa terbawa di rambut. "Tes lewat rambut bisa bertahan berbulan-bulan, istilah psikotropika sendiri di kedokteran, yakni obat yang mempengaruhi psikis seseorang, kalau sudah disalahgunakan, artinya beda lagi," tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini