Share

WHO Perdebatkan Kode Etik Pengujian ZMapp ke Pasien Ebola

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Kamis 07 Agustus 2014 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 07 482 1021246 25ZJUSYisK.jpg WHO Perdebatkan Kode Etik Pengujian ZMapp ke Pasien Ebola (Foto: ABCnews)

PENGGUNAAN obat ZMapp untuk pasien Ebola ternyata masih menjadi perdebatan. Bahkan, World Health Organization (WHO) siap mendiskusikan kode etik penggunaan obat ZMapp yang diujicobakan kepada pasien Ebola.

Seperti diketahui, dua pasien asal Amerika Serikat diberi obat ZMapp dalam perawatan intensif akibat virus Ebola. Hasilnya, kondisi pasien bernama Dr Kent Brantly dan Nancy Writebol itu berangsur membaik.

ZMapp sendiri sebenarnya terbuat dari antibodi monoklonal yang berasal dari tanaman. Sebelumnya, ZMapp sudah pernah diuji pada monyet yang terinfeksi selama dua hari. Namun, obat tersebut belum pernah diujicobakan pada manusia.

"Kita dihadapkan pada situasi yang tidak biasa. Virus ini memiliki tingkat fatalitas yang tinggi tanpa adanya pengobatan dan vaksin," kata Dr Marie-Paule Kieny, Asisten Direktur Jenderal WHO, seperti dilansir dari Abcnews, Kamis (7/8/2014).

"Kita perlu menanyakan bagaimana kode etik secara medis dan tanggung jawab untuk melakukan pengobatan ini," imbuhnya. (Baca: Pasien Ebola di AS Berkat ZMapp)

Hingga saat ini, penyakit akibat virus Ebola memang belum ada obat ataupun vaksinnya. Karena itu, menurut Dr Anthony Fauci, Direktur Penyakit Alergi dan Infeksi dari Institut Kesehatan Nasional, percobaan resmi vaksin Ebola akan dimulai pada September mendatang. Jika nantinya sukses, maka di pertengahan hingga akhir 2015, petugas kesehatan akan menerima vaksin Ebola.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini